KONTAN.CO.ID - Dolar AS melemah pada awal perdagangan Asia, Kamis (26/2/2026), setelah laporan kinerja Nvidia yang melampaui ekspektasi mengangkat sentimen investor di tengah minimnya kejelasan soal kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama turun tipis ke 97,592, melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya.
Baca Juga: Nvidia Kembali Lampaui Ekspektasi, Proyeksi Pendapatan Tembus US$78 Miliar Pelaku pasar masih mencermati langkah Presiden AS Donald Trump menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 20 Februari yang membatalkan tarif darurat pemerintah. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan tarif untuk sejumlah negara akan naik menjadi 15% atau lebih dari 10% saat ini, namun belum merinci negara mana saja yang terdampak. Efek Nvidia ke Wall Street Sentimen pasar membaik setelah Nvidia memproyeksikan pendapatan kuartal pertama di atas estimasi analis, memperpanjang reli saham teknologi di Wall Street ke level tertinggi dua pekan.
Baca Juga: Bank Sentral Korea Selatan Tahan Suku Bunga di 2,50%, Proyeksi Pertumbuhan Dinaikkan Meski demikian, kontrak berjangka saham AS bergerak melemah tipis pada perdagangan setelah jam bursa. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik tipis ke 4,048%. Yen Menguat, BOJ Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Yen Jepang menguat 0,2% ke 156,045 per dolar AS, pulih dari posisi terlemah dua pekan. Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, mengatakan bank sentral akan mencermati data pada pertemuan Maret dan April untuk menentukan kemungkinan kenaikan suku bunga. Pasar juga menilai peluang bank sentral AS, Federal Reserve, menahan suku bunga pada pertemuan 18 Maret mencapai 98%, menurut FedWatch Tool milik CME Group.
Baca Juga: Gelombang PHK Berlanjut di 2026, Korporasi AS Genjot Efisiensi dan AI Pergerakan Mata Uang Lain
- Yuan offshore stabil di 6,854 per dolar, mendekati level terkuat tiga tahun.
- Euro relatif datar di US$1,1815.
- Poundsterling stagnan di US$1,3555.
- Dolar Australia bertahan di US$0,7127.
- Dolar Selandia Baru sempat turun di bawah US$0,60 sebelum kembali ke US$0,6001.
Baca Juga: IMF Minta AS Konsolidasi Fiskal, Defisit Transaksi Berjalan Dinilai Terlalu Besar Di pasar kripto, Bitcoin turun 1% ke US$68.218,64, sementara Ether melemah 1,9% ke US$2.060,31. Investor kini menanti kejelasan kebijakan tarif AS sebagai katalis berikutnya bagi arah dolar dan pasar global.