Dolar AS Melemah ke Level Terendah 6 Pekan Kamis (16/4), Dipicu Sentimen Damai Iran



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan Kamis (16/4/2026).

Melansir Reuters, pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang mendorong investor melepas aset safe haven.

Presiden Donald Trump menyatakan konflik antara AS-Israel dengan Iran “hampir berakhir”.


Baca Juga: China Desak Pemulihan Navigasi Normal di Selat Hormuz

Gedung Putih juga menyampaikan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan, dengan rencana pertemuan lanjutan secara langsung yang kemungkinan kembali digelar di Pakistan.

Sumber yang mengetahui pembicaraan menyebutkan Iran mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal melintas bebas di sisi Oman Selat Hormuz jika kesepakatan tercapai, guna mencegah konflik kembali memanas.

Di pasar valuta asing, euro diperdagangkan di level US$ 1,1808, sementara poundsterling berada di US$ 1,3569. Keduanya naik sekitar 0,1% dan mendekati level tertinggi sejak Februari.

Indeks dolar AS atau US Dollar Index tercatat stabil di level 98,027.

Indeks ini sebelumnya melemah selama delapan sesi berturut-turut hingga Rabu, menghapus sebagian besar penguatan yang sempat dipicu konflik Iran, setelah adanya sinyal gencatan senjata yang kembali meningkatkan minat terhadap aset berisiko.

Baca Juga: Rudal Rusia Hantam Kyiv, 1 Anak Tewas dan 10 Orang Terluka

Head of Asia Research ANZ Khoon Goh menilai, pasar mulai mengabaikan konflik dan lebih fokus pada peluang penyelesaian.

“Pasar kini pada dasarnya sudah memperhitungkan adanya kesepakatan. Seiring premi risiko perang mereda, dolar berpotensi terus tertekan dan melanjutkan tren penurunan yang sudah terbentuk sejak tahun lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, indeks dolar saat ini berada sedikit di atas level psikologis 98 yang menjadi support jangka pendek. Jika level ini ditembus, potensi pelemahan lanjutan semakin terbuka.

Sepanjang pekan ini, indeks dolar telah turun sekitar 0,7% dan berpotensi mencatat penurunan dua pekan berturut-turut.

Sementara itu, mata uang berbasis risiko seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru menguat, masing-masing ke level US$ 0,7173 dan US$ 0,59139, mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (16/4) Pagi: Brent ke US$ 94,49 dan WTI ke US$ 90,59

Yen Jepang juga menguat tipis ke level 158,78 per dolar, setelah pejabat Jepang menyatakan bahwa Tokyo dan Washington sepakat untuk meningkatkan komunikasi terkait nilai tukar usai pertemuan dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

Di sisi lain, yuan offshore China menguat sekitar 0,04% ke level 6,8146 per dolar AS pada awal perdagangan Asia, menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama China.

TAG: