Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi 2 Bulan Kamis (1/10), Ditopang Yield Treasury



KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan Kamis (1/10/2026).

Penguatan dolar ditopang kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury di tengah kekhawatiran tekanan inflasi global akibat perang di Timur Tengah.

Melansir Reuters, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama berada di level 101,48 pada awal perdagangan Asia.


Baca Juga: Harga Emas Flat di US$4.146,66 Kamis (1/10) Pagi, Pasar Menanti Data NFP AS

Posisi tersebut berada di dekat level tertinggi dalam dua bulan setelah dolar menguat sekitar 2% sepanjang September 2026.

Pergerakan dolar tetap kuat meski data terbaru menunjukkan inflasi AS meningkat lebih rendah dari perkiraan pada Agustus.

Data inflasi Juli juga direvisi turun sehingga pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.

Namun, kenaikan inflasi di zona euro kembali menyoroti risiko tekanan harga global akibat kenaikan harga energi.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah di sejumlah negara dan memberikan dukungan terhadap dolar AS.

Terhadap dolar AS, euro turun tipis menjadi US$1,1330 pada awal perdagangan Asia. Sepanjang September, euro anjlok hampir 2,5%, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Juli 2025, tertekan kekhawatiran mengenai kondisi fiskal dan energi di Eropa.

Pound sterling juga relatif datar di US$1,3264 setelah melemah sekitar 2,1% pada September.

" Ada sedikit kenyamanan yang bisa diambil dari data PCE AS. Saya pikir pasar sudah tepat untuk sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara berturut-turut, tetapi bukan berarti tidak akan ada kenaikan suku bunga The Fed lagi," kata Ray Attrill, head of FX strategy National Australia Bank.

Baca Juga: Sektor Manufaktur Australia Mengalami Kontraksi Tercepat dalam 21 Bulan di September

Yield Treasury Jadi Penggerak Dolar

Menurut Attrill, pergerakan dolar AS saat ini lebih sensitif terhadap perubahan yield US Treasury tenor 10 tahun dibandingkan ekspektasi mengenai waktu kenaikan suku bunga The Fed berikutnya.

Pasar obligasi global mengalami penurunan bulanan terbesar dalam beberapa tahun pada September.

Kondisi tersebut mendorong yield lebih tinggi di tengah kombinasi memburuknya kondisi fiskal pemerintah, meningkatnya penerbitan obligasi dan tekanan inflasi.

Pengurangan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober memang sempat menekan yield Treasury tenor pendek.

Namun, yield Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun tetap mencapai level tertinggi baru dalam perdagangan terakhir.

Kenaikan yield Treasury menjadi faktor penting bagi pasar valuta asing karena dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS dibandingkan mata uang lainnya.

Baca Juga: Ketiban Rezeki dari Semikonduktor dan Otomotif, Manufaktur Korea Selatan Menguat

Yen dan Dolar Australia Tertekan

Di pasar Asia, yen Jepang turun 0,2% menjadi 157,82 per dolar AS. Meski demikian, yen masih mencatat penguatan hampir 1,5% sepanjang September.

Kit Juckes, chief FX strategist Societe Generale mengatakan, penguatan yen pada September antara lain dipengaruhi kehati-hatian pelaku pasar terhadap potensi intervensi pemerintah Jepang.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Bank of Japan (BOJ) melihat perlunya mempercepat kenaikan suku bunga atau mendekatkannya dengan target bank sentral tersebut.

Hal itu terungkap dalam ringkasan pandangan pejabat BOJ pada pertemuan September yang dirilis Kamis.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang September Melambat, Tapi Cetak Kinerja Kuartalan Terbaik

Dolar Australia juga melemah ke US$0,6940, level terendah dalam dua bulan. Pelemahan terjadi setelah data inflasi domestik Australia yang dirilis sedikit lebih rendah dari perkiraan membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) dalam waktu dekat.

Sementara itu, dolar Selandia Baru berada di dekat level terendah sejak November 2025 dan terakhir diperdagangkan di US$0,5636.