KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Senin setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan, serta rencana Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan Iran. Namun, penguatan dolar tersebut sempat berkurang seiring berjalannya sesi perdagangan. Euro tercatat turun 0,3% ke level US$ 1,1689, sementara pound sterling Inggris melemah 0,4% ke US$ 1,3403, meski keduanya sempat bangkit dari posisi terendah sebelumnya. Mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia turun 0,5% ke US$ 0,7037, sedangkan dolar Selandia Baru melemah 0,3% ke US$ 0,5824. Presiden AS, Donald Trump, pada Minggu menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi dengan Iran gagal mengakhiri konflik. Langkah ini berpotensi menggagalkan gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung selama dua pekan.
Dolar AS Menguat Saat Negosiasi AS-Iran Krisis Gagal, Euro dan Pound Tersungkur
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Senin setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan, serta rencana Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan Iran. Namun, penguatan dolar tersebut sempat berkurang seiring berjalannya sesi perdagangan. Euro tercatat turun 0,3% ke level US$ 1,1689, sementara pound sterling Inggris melemah 0,4% ke US$ 1,3403, meski keduanya sempat bangkit dari posisi terendah sebelumnya. Mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia turun 0,5% ke US$ 0,7037, sedangkan dolar Selandia Baru melemah 0,3% ke US$ 0,5824. Presiden AS, Donald Trump, pada Minggu menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi dengan Iran gagal mengakhiri konflik. Langkah ini berpotensi menggagalkan gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung selama dua pekan.
TAG: