KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dolar Australia (AUD) menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Mengutip Trading Economics Selasa (20/1/2026) pukul 16.40 WIB, pasangan valas AUD/USD naik 0,19% secara harian ke level 0,6726. Taufan Dimas Hareva, Research and Development ICDX mengatakan, dolar Australia bergerak menguat seiring melemahnya dolar AS di awal pekan, di tengah rendahnya likuiditas akibat libur panjang di Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan dengan Uni Eropa dan Inggris melalui ancaman tarif baru. Sentimen risiko global cenderung berhati-hati, namun justru membebani dolar AS sebagai mata uang safe haven, seiring kekhawatiran bahwa konflik dagang yang meluas dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS itu sendiri. Penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke kisaran 98,53 mencerminkan berkurangnya minat pasar terhadap Greenback dalam jangka pendek.
Dolar AS Terbebani Ancaman Tarif Trump, Dolar Australia Menguat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dolar Australia (AUD) menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Mengutip Trading Economics Selasa (20/1/2026) pukul 16.40 WIB, pasangan valas AUD/USD naik 0,19% secara harian ke level 0,6726. Taufan Dimas Hareva, Research and Development ICDX mengatakan, dolar Australia bergerak menguat seiring melemahnya dolar AS di awal pekan, di tengah rendahnya likuiditas akibat libur panjang di Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan dengan Uni Eropa dan Inggris melalui ancaman tarif baru. Sentimen risiko global cenderung berhati-hati, namun justru membebani dolar AS sebagai mata uang safe haven, seiring kekhawatiran bahwa konflik dagang yang meluas dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS itu sendiri. Penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke kisaran 98,53 mencerminkan berkurangnya minat pasar terhadap Greenback dalam jangka pendek.