KONTAN.CO.ID - Gedung Putih menyatakan ingin mempertahankan dolar Amerika Serikat (AS) yang kuat. Namun, para investor tampaknya belum sepenuhnya percaya. Melansir Yahoo Finance, pada 2025, dolar AS mencatat penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun terakhir. Meski dalam beberapa hari terakhir sempat menguat, indeks dolar masih turun sekitar 1% sejak awal tahun ini, melanjutkan penurunan tajam sekitar 9% sepanjang 2025. “Secara fundamental, kami menilai lonjakan ketidakpastian kebijakan yang terjadi belakangan ini akan cukup bertahan lama sehingga membuat dolar sulit kembali ke level sebelumnya,” tulis para analis valuta asing Goldman Sachs dalam catatan kepada klien.
Dolar AS Terpuruk 9% Setahun: Ada Apa dengan Mata Uang Paling Kuat Dunia?
KONTAN.CO.ID - Gedung Putih menyatakan ingin mempertahankan dolar Amerika Serikat (AS) yang kuat. Namun, para investor tampaknya belum sepenuhnya percaya. Melansir Yahoo Finance, pada 2025, dolar AS mencatat penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun terakhir. Meski dalam beberapa hari terakhir sempat menguat, indeks dolar masih turun sekitar 1% sejak awal tahun ini, melanjutkan penurunan tajam sekitar 9% sepanjang 2025. “Secara fundamental, kami menilai lonjakan ketidakpastian kebijakan yang terjadi belakangan ini akan cukup bertahan lama sehingga membuat dolar sulit kembali ke level sebelumnya,” tulis para analis valuta asing Goldman Sachs dalam catatan kepada klien.
TAG: