Dolar Bergerak Sempit Rabu (26/8) Jelang Data Inflasi AS dan Jackson Hole



KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Rabu (26/8/2026), seiring investor menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara besar menjelang simposium tahunan Jackson Hole akhir pekan ini.

Melansir Reuters, Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berada di level 98,918 pada awal perdagangan Asia.

Posisi tersebut relatif stabil setelah indeks dolar mengakhiri penguatan selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan Selasa.


Baca Juga: Permohonan Visa AS Mendadak Ditunda di Seluruh Dunia, Ini Kebijakan Baru Trump

Investor kini menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Juli yang akan dirilis pada Rabu.

Data tersebut menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Pergerakan dolar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Rencana pemulangan staf diplomatik AS ke kawasan tersebut serta upaya Iran dan Oman untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi.

"Indikasi deeskalasi di Timur Tengah, termasuk rencana pemulangan staf diplomatik AS ke kawasan tersebut dan upaya membuka kembali Selat Hormuz, menekan harga minyak dan mendukung sentimen risiko secara lebih luas," tulis analis Westpac dalam sebuah catatan.

Harga minyak Brent turun sekitar 2,1% menjadi US$86,68 per barel pada perdagangan Asia, setelah Iran menyatakan telah kembali melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz.

Baca Juga: Militer AS Serang Kapal di Karibia, Empat Orang Tewas

Pergerakan Mata Uang Utama

Di pasar valuta asing, dolar Australia menguat 0,1% menjadi US$0,7172 setelah data menunjukkan inflasi trimmed mean Australia meningkat pada tingkat tahunan sebesar 3,6%.

Sebaliknya, dolar Selandia Baru melemah 0,2% menjadi US$0,5962. Investor menunggu keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pekan depan.

Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan RBNZ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, berdasarkan data LSEG.

Dolar AS juga melemah 0,1% terhadap dolar Kanada menjadi C$1,38405. Pelemahan tersebut memangkas sebagian penguatan greenback dalam dua hari sebelumnya setelah Kanada pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap sekitar US$20 miliar impor tahunan dari AS.

Kanada juga meluncurkan paket bantuan bagi perusahaan dan pekerja setelah perundingan perdagangan dengan Washington gagal mencapai kesepakatan.

Euro bergerak datar di US$1,1675, sementara poundsterling Inggris juga relatif stabil di US$1,3647.

Baca Juga: SpaceX Siapkan Kompleks Peluncuran Starship US$100 Miliar di Louisiana

Yen Stabil, BOJ Bersiap Naikkan Suku Bunga

Yen Jepang juga relatif stabil di level 159,14 yen per dolar AS. Mata uang Jepang tersebut masih berada di bawah level yang sebelumnya memicu intervensi bersama otoritas AS dan Jepang.

Investor valuta asing berpengaruh Stephen Jen menyebut perkembangan tersebut sebagai "watershed moment" bagi yen.

Bank of Japan (BOJ) mengatakan Gubernur Kazuo Ueda tidak akan menghadiri simposium Jackson Hole tahun ini karena benturan jadwal. Ueda akan diwakili anggota dewan BOJ Naoki Tamura.

Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan BOJ akan bergerak lebih cepat dari perkiraan sebelumnya dengan menaikkan suku bunga kembali pada September. Suku bunga terminal BOJ juga diperkirakan berada pada level yang lebih tinggi.

Baca Juga: Trump Buka Kerja Sama Nuklir dengan Saudi, Tapi Riyadh Harus Akui Israel

Bitcoin Kembali Menguat

Di sisi lain, aset kripto kembali menguat seiring investor menghidupkan kembali strategi investasi yang mengantisipasi pelemahan nilai dolar.

Bitcoin naik 0,8% menjadi US$78.829,03, sementara ether menguat 0,7% menjadi US$2.453,10.

Sepanjang Agustus 2026, bitcoin dan ether masing-masing telah melonjak sekitar 25% dan 31%.

Sementara itu, harga emas turun 0,5% menjadi US$4.633,94 per ons troi, sehingga memangkas kenaikan emas sepanjang bulan berjalan menjadi sekitar 15%.