KONTAN.CO.ID - Dolar AS bertahan menguat pada Rabu (18/2/2026) di tengah meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap risiko geopolitik dan menjelang rilis risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed) yang dinanti investor untuk mencari petunjuk arah suku bunga ke depan. Melansir
Reuters, Indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama nyaris tak berubah di level 97,11 setelah menguat selama dua hari berturut-turut. Euro stabil di US$1,1852.
Baca Juga: Jose Jeri, Presiden Peru yang Dimakzulkan, Salah Satu Kepala Negara Termuda di Dunia Yen Stabil, Kiwi Tahan Penguatan Yen Jepang menguat tipis 0,1% ke 153,12 per dolar, didukung data yang menunjukkan sentimen manufaktur Jepang membaik serta ekspor yang naik untuk bulan kelima berturut-turut. Sementara itu, pound sterling bertahan di US$1,3563 setelah melemah 0,5% pada sesi sebelumnya. Dolar Selandia Baru (kiwi) diperdagangkan relatif stabil di US$0,6047 menjelang keputusan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand, yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Rapat ini juga menjadi debut kepemimpinan gubernur perempuan pertama bank sentral tersebut, Anna Breman. Dolar Australia stagnan di US$0,7083.
Baca Juga: The Fed Perlu Cermati Dampak AI sebelum Tentukan Arah Suku Bunga Fokus pada The Fed dan Data Ekonomi AS Pelaku pasar menantikan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Januari yang akan dirilis hari ini. Selain itu, Departemen Perdagangan AS dijadwalkan merilis estimasi awal produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat pada Jumat. Menurut analis Commonwealth Bank of Australia, sentimen risiko yang melemah akibat kekhawatiran ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan volatilitas pasar saham AS sempat menopang dolar. Namun laporan kemajuan dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran membantu meredakan sebagian kekhawatiran tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan bahwa kedua pihak telah mencapai pemahaman atas prinsip-prinsip utama dalam putaran kedua perundingan tidak langsung, meski kesepakatan final belum dekat. Di Jenewa, negosiator Ukraina dan Rusia juga menyelesaikan hari pertama dari dua hari perundingan damai yang dimediasi AS, dengan Presiden Donald Trump mendesak Kyiv agar segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung empat tahun.
Baca Juga: Berkshire Hathaway Investasi di New York Times, Kurangi Kepemilikan Apple Jepang dan Investasi ke AS Dari Asia, data menunjukkan ekspor Jepang meningkat untuk bulan kelima berturut-turut, sementara survei Reuters Tankan mencatat peningkatan kepercayaan produsen pada Februari setelah tiga bulan melemah. Dana Moneter Internasional (IMF) juga mendorong Jepang untuk terus menaikkan suku bunga dan menghindari pelonggaran fiskal tambahan. Pemerintahan Trump turut mengumumkan tiga proyek senilai US$36 miliar yang akan dibiayai Jepang sebagai bagian dari komitmen investasi senilai US$550 miliar guna menurunkan tarif AS.
Baca Juga: Trump Umumkan Proyek Energi dan Mineral Kritis di Texas, Ohio, dan Georgia Kripto Melemah
Di pasar kripto, Bitcoin turun tipis 0,08% ke US$67.597,50, sementara Ethereum melemah 0,18% ke US$1.995,63. Secara keseluruhan, pasar global masih bergerak hati-hati, dengan investor menyeimbangkan perkembangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter AS sebagai penentu arah berikutnya.