Dolar Menguat, Emas Anjlok: Efek Konflik Iran-AS Guncang Pasar



KONTAN.CO.ID - Harga emas sempat turun ke level terendah dalam sepekan pada Senin (20/4/2026) sebelum akhirnya sedikit pulih, setelah ancaman balasan Iran atas pengambilalihan kapal kargo Iran oleh Amerika Serikat mendorong penguatan dollar AS dan kenaikan harga minyak.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.810,26 per ounce pada pukul 13.32 EDT (17.32 GMT), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April pada awal sesi perdagangan.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 1% menjadi US$4.828,8.


Dollar AS sempat naik ke level tertinggi dalam sepekan sebelum memangkas penguatannya, seiring ketegangan baru AS-Iran memicu ketidakpastian pasar mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik, sehingga meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Risiko Gencatan Senjata Tidak Bertahan

“Situasi di Timur Tengah jelas kembali memanas, membuat perkiraan emas kami sedikit condong ke arah pelemahan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang bisa mendorong dollar dan yield obligasi naik,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Baca Juga: Harga Minyak Melompat 6% karena Gencatan Senjata AS-Iran Masih Rapuh

Gencatan senjata antara AS dan Iran tampak berada dalam ancaman pada Senin setelah pengambilalihan kapal kargo tersebut. Harga minyak melonjak sekitar 5% karena kekhawatiran gencatan senjata akan runtuh, serta karena arus pelayaran melalui Selat Hormuz masih sebagian besar terhenti.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, permintaan terhadap aset tanpa imbal hasil ini biasanya menurun ketika suku bunga global tinggi. Suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama akibat meningkatnya tekanan inflasi yang dipicu perang di Timur Tengah.

“Para pedagang emas hari ini memilih faktor harian yang bearish (penguatan dollar, kenaikan yield) untuk logam mulia. Secara teknikal, target kenaikan berikutnya bagi pembeli kontrak emas Juni adalah mendorong penutupan harga di atas level resistance kuat di US$ 5.000,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, dalam catatan.

Tonton: Tak Hanya Blokade, AS Buru Semua Kapal Iran di Seluruh Dunia

Di antara logam lainnya, perak spot turun 1,3% menjadi US$79,76 per ounce. Platinum melemah 1,4% menjadi US$2.073,28, sedangkan paladium turun 0,2% menjadi US$1.556,00 setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News