Dolar Menguat Senin (5/1), Pasar Valas Abaikan Venezuela dan Fokus ke Data Ekonomi AS



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada awal pekan perdagangan penuh pertama di Tahun Baru, seiring pelaku pasar valuta asing mengalihkan perhatian dari gejolak geopolitik di Venezuela ke serangkaian data ekonomi penting AS yang akan dirilis pekan ini.

Pada perdagangan Senin (5/1/2026), dolar naik ke level tertinggi dalam tiga setengah pekan terhadap euro dan mencapai puncak dua pekan terhadap yen Jepang.

Penguatan ini terjadi meskipun Amerika Serikat baru saja melakukan operasi akhir pekan di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.


Baca Juga: China Kecam Penangkapan Maduro, Tolak Negara Bertindak sebagai Hakim Dunia

Terhadap euro, dolar menguat 0,1% ke level US$1,1704 per euro, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$1,170025, level terkuat sejak 11 Desember.

Sementara terhadap yen, dolar naik 0,2% ke 157,08 yen, setelah sempat mencapai 157,255, tertinggi sejak 22 Desember.

“Pasar valuta asing tampaknya tidak terlalu merefleksikan risiko yang berasal dari Venezuela. Fokus utama saat ini adalah apa yang akan disampaikan data ekonomi AS terkait arah kebijakan The Fed,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

Menurut Rodda, rangkaian data AS yang relatif solid dalam beberapa waktu terakhir telah mendorong pasar mempertimbangkan kemungkinan perlambatan laju pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Agenda data ekonomi AS pekan ini dimulai dengan rilis ISM Manufacturing Index pada Senin dan akan ditutup dengan laporan non-farm payrolls pada Jumat, yang kerap menjadi acuan utama arah kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan perhitungan LSEG dari kontrak berjangka, pelaku pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga AS sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Akhir 2025 Kurang Manis, PMI Jasa China ke Titik Terlemah 6 Bulan

Selain data ekonomi, investor juga mencermati keputusan Presiden AS Donald Trump terkait penunjukan ketua The Fed berikutnya, mengingat masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada Mei.

Trump sebelumnya menyatakan akan mengumumkan pilihannya bulan ini dan menegaskan bahwa sosok tersebut adalah “seseorang yang sangat percaya pada suku bunga yang jauh lebih rendah.”

Terhadap pound sterling, dolar menguat tipis 0,1% ke US$1,3443, sementara terhadap dolar Kanada naik 0,1% ke C$1,3745.

Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,2% ke US$0,6682, tertekan oleh sentimen global dan pergerakan dolar AS yang lebih kuat.

Selanjutnya: Rupiah Diproyeksi Stabil di 2026, Ditopang Arus Modal Asing dan Prospek Ekonomi

Menarik Dibaca: IHSG Ada Potensi Menguat, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (5/1)