Dollar Index jatuh ke level terendah tiga bulan



NEW YORK. Dollar Index jatuh ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pasca pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke berpidato di Jackson Hole, Wyoming, kemarin (31/8). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, Dollar Index yang digunakan untuk mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang utama dunia, menurun 0,5% menjadi 81,250 pada pukul 17.00 waktu New York. Bahkan pada transaksi sebelumnya, Dollar Index sempat bertengger di posisi 80,964, level terendah sejak 22 Mei lalu. Sementara itu, posisi dollar juga tak bertenaga terhadap euro sebesar 0,6% menjadi US$ 1,2579. Dollar juga melemah 0,6% menjadi 78,39 yen. Sedangkan euro menguat 0,2% menjadi 98,56 yen. Keoknya dollar AS terjadi pasca Bernanke mempertahankan aksinya terdahulu dan memberikan sinyal penambahan stimulus untuk memerangi tingginya angka pengangguran. Dalam pernyataannya, Bernanke bilang, pengangguran merupakan kecemasan utama dan bank sentral tidak akan mengesampingkan opsi pembelian obligasi melalui kebijakan quantitative easing. Dollar juga melemah setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan aktivitas bisnis di AS pada bulan Agustus dan terjadi penurunan permintaan capital goods pada bulan Julo. "Pernyataan Bernanke yang bilang quantitative easing cukup bermanfaat di masa lalu dan membantu perekonomian, memberikan indikasi bahwa Bernanke akan terus melakukan pelonggaran kebijakan. Meski demikian, investor berharap ada pernyataan langsung mengenai hal ini," jelas Charles St-Arnaud, foreign exchange strategist Nomura Holdings Inc di New York. Sekadar tambahan informasi, sepanjang bulan Agustus, posisi dollar AS sudah melemah 1,5%. Sedangkan yen keok 1,8% dan euro menguat 1% pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News