JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan kekuatannya terhadap sejumlah mata uang dunia. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed) masih menjadi faktor utama bagi penguatan dollar AS. Mengutip Bloomberg, Jumat (13/3), pasangan EUR/USD turun 1,31% menjadi 1,0496. Pasangan GBP/USD turun 0,93% menjadi 1,4744. Sementara itu, pasangan USD/JPY naik 0,09% menjadi 121,4000. Analis PT Soe Gee Futures, Nizar Hilmi mengatakan melemahnya euro terhadap dollar AS disebabkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang mulai menggelontorkan stimulus moneter berupa pembelian obligasi. “Dengan pembelian obligasi euro akan tetap bearish,” kata Nizar
Dollar masih menekan mata uang Eropa
JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan kekuatannya terhadap sejumlah mata uang dunia. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed) masih menjadi faktor utama bagi penguatan dollar AS. Mengutip Bloomberg, Jumat (13/3), pasangan EUR/USD turun 1,31% menjadi 1,0496. Pasangan GBP/USD turun 0,93% menjadi 1,4744. Sementara itu, pasangan USD/JPY naik 0,09% menjadi 121,4000. Analis PT Soe Gee Futures, Nizar Hilmi mengatakan melemahnya euro terhadap dollar AS disebabkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang mulai menggelontorkan stimulus moneter berupa pembelian obligasi. “Dengan pembelian obligasi euro akan tetap bearish,” kata Nizar