DENPASAR. Penjualan komputer jinjing (laptop) di Kota Denpasar, Bali, mengalami penurunan omset hingga 30 persen, akibat daya beli masyarakat berkurang sebagai dampak menguatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. "Kenaikan nilai tukar dolar AS yang mencapai Rp 13.103 per dollar AS, menjadi penyebab anjloknya penjualan laptop dan komputer yang sebagian besar diimpor dari luar negeri seperti Jepang, Korea dan Thailand," kata Susanto seorang penjual laptop di Denpasar, Kamis (21/5). Ia menjelaskan, para konsumen sedikit sekali yang membeli barang-barang elektronik akhir-akhir ini, kebanyakan hanya melihat-lihat saja. Bahkan, volume kedatangan konsumen menurun 60% lebih jika dibandingkan tahun lalu, sebelum nilai tukar rupiah anjlok.
Dollar menekan penjualan laptop di Bali
DENPASAR. Penjualan komputer jinjing (laptop) di Kota Denpasar, Bali, mengalami penurunan omset hingga 30 persen, akibat daya beli masyarakat berkurang sebagai dampak menguatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. "Kenaikan nilai tukar dolar AS yang mencapai Rp 13.103 per dollar AS, menjadi penyebab anjloknya penjualan laptop dan komputer yang sebagian besar diimpor dari luar negeri seperti Jepang, Korea dan Thailand," kata Susanto seorang penjual laptop di Denpasar, Kamis (21/5). Ia menjelaskan, para konsumen sedikit sekali yang membeli barang-barang elektronik akhir-akhir ini, kebanyakan hanya melihat-lihat saja. Bahkan, volume kedatangan konsumen menurun 60% lebih jika dibandingkan tahun lalu, sebelum nilai tukar rupiah anjlok.