BEKASI. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) memang menambah biaya produksi susu milik produsen susu PT Fonterra Indonesia. Meski begitu, produsen susu asal Selandia Baru ini memastikan tidak akan menaikkan harga jual susu dalam waktu dekat. Ali Nasution, Site Manager PT Fonterra Brands Indonesia menyebutkan, gejolak kurs rupiah memang menambah beban produksi. Tapi manajemen Fonterra masih bisa mengatasi hal ini. "Kenaikan (biaya produksi) tak terlalu besar karena harga susu dunia yang kami impor sedang turun saat ini," terang Ali di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9). Alhasil, kenaikan biaya produksi akibat pelemahan rupiah ini tertutup oleh penurunan harga susu. Atas pertimbangan ini pula, Fonterra memutuskan mempertahankan harga jual susu. "Untuk penentuan harga jual ini melibatkan banyak faktor. Impor bahan baku hanya salah satunya, faktor lainnya berasal dari biaya logistik, biaya distribusi dan lain-lain," tambah Johan Priem, Managing Director Asia, Middle East, Africa Fonterra Fonterra Co-operative Group Limited.
Dollar perkasa, susu Fonterra tahan harga
BEKASI. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) memang menambah biaya produksi susu milik produsen susu PT Fonterra Indonesia. Meski begitu, produsen susu asal Selandia Baru ini memastikan tidak akan menaikkan harga jual susu dalam waktu dekat. Ali Nasution, Site Manager PT Fonterra Brands Indonesia menyebutkan, gejolak kurs rupiah memang menambah beban produksi. Tapi manajemen Fonterra masih bisa mengatasi hal ini. "Kenaikan (biaya produksi) tak terlalu besar karena harga susu dunia yang kami impor sedang turun saat ini," terang Ali di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9). Alhasil, kenaikan biaya produksi akibat pelemahan rupiah ini tertutup oleh penurunan harga susu. Atas pertimbangan ini pula, Fonterra memutuskan mempertahankan harga jual susu. "Untuk penentuan harga jual ini melibatkan banyak faktor. Impor bahan baku hanya salah satunya, faktor lainnya berasal dari biaya logistik, biaya distribusi dan lain-lain," tambah Johan Priem, Managing Director Asia, Middle East, Africa Fonterra Fonterra Co-operative Group Limited.