Dollar Singapura anjlok ke level terlemah 7 tahun



SINGAPURA. Dollar Singapura anjlok ke level terlemahnya sejak 2009 silam. Diprediksi, mata uang Negeri Merlion ini akan jatuh lebih dalam lagi.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, nilai tukar dollar AS berada di evel 1,4506 dollar Singapura pada Selasa Malam. Posisi ini berhasil naik dari level sebelumnya di S$ 1,4428 pada sesi kemarin. Ini merupakan level terlemah dollar Singapura, yang juga kerap disebut Sing, sejak Agustus 2009.

Namun, Sing kembali menguat ke level 1,4450 terhadap dollar AS. Ada dugaan, bank sentral Singapura melakukan intervensi untuk menyokong mata uang mereka.


Kendati demikian, Monetary Authority of Singapore (MAS) tidak membalas pertanyaan yang dikirimkan via email oleh Reuters.

Pada pukul 07.48 waktu Singapura, dollar AS berada di level 1,4442 dollar Singapura.

Pelemahan Sing terjadi setelah posisi dollar AS melonjak melawan mata uang regional setelah hasil pemilu AS yang mengejutkan bulan lalu, di mana Donald Trump keluar sebagai pemenang. Selain itu, the Federal Reserve AS juga mengguncang pasar pada pertemuannya pekan lalu dengan mengindikasikan mereka akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada tahun depan.

Analis memprediksi, dollar Singapura dapat tertekan lebih dalam. Meski demikian, pelemahannya tidak akan menguji level terendah saat krisis finansial Asia, seperti yang dialami negara tetangganya Malaysia.

Sekadar informasi, pelemahan ringgit sudah mencapai level terendah sejak 1998 seiring posisi dollar yang bullish dan melemahnya ekonomi domestik.

Kendati begitu, dollar Singapura masih harus melalui jalan panjang ke posisi tertingginya sebelum terjadi krisis finansial global, di level 1,5562 pada akhir 2009. Pada 2001, Sing sempat menyentuh posisi di atas 1,85 akibat aksi terorisme di New York yang terjadi pada 11 September 2001.

Seperti Malaysia, ekonomi domestik Singapura juga menghadapi outlook yang buram.

"Perekonomian terbuka dan pusat finansial Singapura akan menjadi salah satu yang paling terdampak di Asia dari kejadian Brexit, ancaman proteksi perdagangan AS, dan risiko politik dari Eropa," jelas Nomura.

Nomura juga menjelaskan, tantangan domestik Singapura juga meningkat. Itu sebabnya, Nomura memangkas outlook Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura tahun 2017 menjadi 0,7% dari sebelumnya 1%. Sebagai perbandingan, prediksi pemerintah untuk tahun depan di kisaran 1-3%.

Namun, Nomura tidak meramalkan pelemahan lebih lanjut atas dollar Singapura dalam jangka pendek. Nomura memprediksi, pasangan dollar/sing akan berada di level 1,46 pada akhir kuartal I dan 1,50 pada akhir 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie