Donald Trump Dilaporkan Borong Obligasi Netflix Lebih dari US$1,1 Juta



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan membeli obligasi milik Netflix senilai lebih dari US$1,1 juta dalam tiga bulan terakhir.

Pembelian tersebut terjadi ketika raksasa streaming itu tengah berupaya mengakuisisi Warner Bros Discovery, namun akhirnya kalah bersaing dengan Paramount Skydance, menurut dokumen pengungkapan pemerintah Amerika Serikat.

Rincian Pembelian Obligasi Netflix

Berdasarkan dokumen resmi yang dipublikasikan oleh kantor etika pemerintah AS, Trump melakukan beberapa transaksi pembelian obligasi Netflix:

Gedung Putih melaporkan kisaran nilai investasi tersebut antara US$1,1 juta hingga US$2,25 juta, bukan angka pasti.

Obligasi Netflix yang dibeli Trump memiliki kupon bunga 5,375% dan akan jatuh tempo pada November 2029.

Namun, dokumen tersebut tidak menyebutkan apakah Trump telah menjual obligasi tersebut atau masih menahannya, sehingga belum dapat diketahui apakah ia memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dari investasi tersebut.

Baca Juga: Netflix Mundur dari Bidding War Warner Bros, Saham Melonjak Hampir 14%

Investasi Terjadi Saat Pemerintah Mengkritik Netflix

Menariknya, pembelian obligasi ini terjadi ketika Trump dan pejabat regulator pemerintahannya secara terbuka mengkritik Netflix di media. Mereka mempertanyakan apakah rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Netflix akan lolos dari pengawasan antimonopoli.

Pemerintahan Trump juga disebut memberi tekanan kepada Netflix agar memberhentikan anggota dewan Susan Rice, mantan penasihat Presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama.

Gedung Putih: Tidak Ada Konflik Kepentingan

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa aset Trump tidak dikelola langsung oleh presiden.

“Aset Presiden Trump berada dalam sebuah trust yang dikelola oleh anak-anaknya. Tidak ada konflik kepentingan,” ujarnya.

Seperti presiden AS lainnya, Trump dikecualikan dari undang-undang konflik kepentingan yang melarang pejabat eksekutif berinvestasi pada perusahaan yang memiliki urusan dengan pemerintah.

Pergerakan Harga Obligasi Netflix

Menurut data pasar yang dikompilasi oleh LSEG:

  • Pada 12 dan 16 Desember, obligasi Netflix diperdagangkan di kisaran US$1,03–US$1,04 per dolar saat Trump membelinya.

  • Pada 2 dan 20 Januari, harga berada di kisaran US$1,03–US$1,04 per dolar.

  • Pada 26 Februari, sehari sebelum Netflix menarik tawaran akuisisinya terhadap Warner Bros Discovery, obligasi tersebut berada di US$1,04 per dolar.

  • Hingga Jumat terakhir, harga kembali turun menjadi sekitar US$1,03 per dolar.

Baca Juga: Adu Kuat Netflix vs Paramount Rebut Aset Warner Bros

Trump Juga Membeli Obligasi Warner Bros

Selain Netflix, Trump juga membeli obligasi Warner Bros Discovery senilai US$500.002 hingga US$1 juta dalam dua transaksi pada 12 dan 16 Desember.

Saat dibeli, obligasi tersebut diperdagangkan pada:

  • 91,75 sen per dolar

  • 92 sen per dolar

Kini nilainya meningkat menjadi sekitar 95 sen per dolar, yang berarti investasi tersebut kemungkinan berada dalam posisi menguntungkan jika masih disimpan.

Latar Belakang Persaingan Akuisisi Warner Bros

Rencana merger mulai menjadi sorotan sejak diumumkan pada 5 Desember, ketika Netflix menyatakan minatnya untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery.

Beberapa hari kemudian, Trump menyampaikan kepada wartawan bahwa konsentrasi kekuatan pasar dari merger tersebut “bisa menjadi masalah”.

Pada 8 Desember, Paramount Skydance secara terbuka meluncurkan upaya pengambilalihan yang memicu perang penawaran dengan Netflix.

Perusahaan tersebut dipimpin oleh putra miliarder teknologi dan sekutu Trump, Larry Ellison. Ellison secara pribadi menjamin lebih dari US$40 miliar untuk membantu pendanaan kesepakatan tersebut dengan jaminan sahamnya di Oracle.

Baca Juga: Paramount Skydance Ungguli Netflix dalam Perburuan Warner Bros

Akhirnya, Netflix mundur dari proses penawaran setelah Paramount mengajukan tawaran pemenang senilai US$110 miliar sekitar dua minggu lalu.

Kesepakatan Paramount akan didukung oleh US$39 miliar utang baru dari lembaga keuangan besar seperti Bank of America, Citigroup, dan Apollo Global Management.

Sorotan Etika atas Investasi Presiden

Dokumen pengungkapan terbaru dari U.S. Office of Government Ethics bertanggal 27 Februari dipublikasikan secara daring pekan lalu.

Trump, yang dikenal sebagai investor real estat, sebelumnya melaporkan memiliki aset lebih dari US$1 miliar. Portofolionya mencakup berbagai sektor, termasuk kripto, klub golf, dan berbagai perjanjian lisensi bisnis.

Meski presiden AS dikecualikan dari aturan konflik kepentingan tertentu, para pengamat etika menilai investasi dalam perusahaan yang berada di bawah pengawasan pemerintah tetap dapat memunculkan pertanyaan etis mengenai potensi konflik kepentingan.