KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan kekesalannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pertemuan keduanya di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026). Trump mengeluhkan bocornya rincian agenda pembicaraan Netanyahu terkait Iran ke publik, yang menjadi sinyal terbaru adanya ketegangan dalam hubungan kedua pemimpin tersebut.
Baca Juga: Bursa Saham Global Merosot ke Level Terendah Sebulan Selasa (28/7), Saham Chip Ambruk Mengutip
Reuters, Trump mengaku tidak senang setelah muncul laporan bahwa Netanyahu akan membahas Pickaxe Mountain, fasilitas bawah tanah yang diperkuat di dekat salah satu lokasi utama program nuklir Iran. "Saya tidak perlu Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi mengatakan itu karena dia ingin saya tetap terlibat," kata Trump dalam wawancara dengan program Fox & Friends, menggunakan julukan akrab Netanyahu. Trump juga mempertanyakan mengapa rencana pembicaraan tersebut harus diumumkan ke publik. "Mengapa tidak langsung mengatakan kepada saya? Mengapa harus diumumkan ke seluruh dunia?" ujarnya. Laporan New York Post pada Senin (27/7) menyebut Netanyahu diperkirakan akan menyampaikan intelijen kepada Trump yang mengklaim Iran sedang memperkuat fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain dan tidak jujur mengenai keinginannya mencapai kesepakatan damai. Laporan itu mengutip seorang sumber di Yerusalem.
Baca Juga: Visa Pangkas 2.600 Karyawan atau 7% Tenaga Kerja Global Hingga berita ini ditulis, kantor Netanyahu belum memberikan tanggapan atas pernyataan Trump tersebut. Sebelum bertemu Netanyahu, Trump lebih dahulu menggelar pembicaraan tertutup dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Gedung Putih. Hubungan Trump dengan Zelenskiy dilaporkan membaik setelah Ukraina berhasil menahan laju pasukan Rusia. Sebaliknya, hubungan Trump dengan Netanyahu dinilai mulai mengalami gesekan karena Gedung Putih kecewa atas minimnya kemajuan menuju penyelesaian konflik Iran serta meningkatnya kritik dari sebagian pendukung Trump yang menolak keterlibatan AS lebih jauh di Timur Tengah. Kedua pemimpin berada di Washington untuk menghadiri acara penghormatan bagi Senator Lindsey Graham, politikus Partai Republik yang dikenal mendukung Israel dan Ukraina serta berperan menyuarakan kepentingan kedua negara tersebut kepada Trump. Setibanya di Washington, Zelenskiy mengatakan sistem pertahanan rudal dan kerja sama strategis dengan Amerika Serikat menjadi prioritas utama dalam pertemuannya dengan Trump. "Perdamaian harus semakin dekat," tulis Zelenskiy melalui media sosial X. Baik perang di Ukraina maupun konflik yang meluas di Timur Tengah kini berada pada fase krusial. Setelah gencatan senjata dalam konflik Iran runtuh, Trump mengatakan AS menghentikan sementara serangan udara untuk memberi kesempatan bagi jalur diplomasi.
Baca Juga: Coca-Cola Akui Pangsa Pasar di India Menyusut pada Kuartal II Netanyahu mencari dukungan Trump Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Netanyahu juga berupaya memperoleh dukungan Trump untuk menghadapi pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Pertemuan dengan Trump yang menampilkan hubungan erat kedua pemimpin diyakini dapat membantu posisi politik Netanyahu di dalam negeri, di tengah merosotnya dukungan dalam berbagai survei. Keduanya juga diperkirakan membahas Abraham Accords, yakni kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan yang dimediasi Trump pada masa jabatan pertamanya. Trump ingin Arab Saudi bergabung dalam kesepakatan tersebut. Pekan lalu, ia mengaitkan kerja sama nuklir sipil dengan Riyadh dengan syarat kerajaan itu bersedia menjadi bagian dari Abraham Accords. Namun, Arab Saudi hingga kini menolak bergabung tanpa adanya jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina.
Baca Juga: Visa PHK Sekitar 2.600 Karyawan, Pangkas 7% Tenaga Kerja demi Efisiensi Zelenskiy dorong kerja sama pertahanan Dalam pertemuannya dengan Trump, Zelenskiy diperkirakan akan meminta tambahan kemampuan pertahanan udara yang mendesak serta menyelesaikan kesepakatan kerja sama produksi drone dengan Amerika Serikat. Kedua pemimpin juga diperkirakan membahas janji Trump pada KTT NATO untuk memberikan lisensi kepada Ukraina dalam memproduksi rudal pencegat Patriot. Setelah pertemuan di Gedung Putih, Zelenskiy dijadwalkan melanjutkan agenda ke Gedung Capitol AS untuk bertemu sejumlah senator.