KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Raja Inggris King Charles III tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih pada Selasa (28/4/2026), saat menyambut kunjungan kenegaraan Raja Charles ke Amerika Serikat. Komentar tersebut turut menyinggung konflik di Timur Tengah yang tengah berlangsung, di tengah hubungan yang cukup tegang antara Washington dan London.
Baca Juga: Rupiah Loyo Rabu (29/4) Pagi, Bersama Peso Filipina Pimpin Pelemahan di Asia Trump sebelumnya beberapa kali mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena dinilai kurang memberikan dukungan dalam penanganan konflik dengan Iran. “Kami sedang menangani situasi di Timur Tengah dan berjalan dengan sangat baik,” ujar Trump dalam sambutannya dilansir
Reuters. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil mengalahkan lawan secara militer dan menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir. “Kami tidak akan pernah membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Charles bahkan lebih setuju dengan saya soal ini,” kata Trump. Namun, dalam pidatonya setelah Trump, Raja Charles tidak menyinggung Iran maupun konflik yang sedang berlangsung. Sebagai kepala negara konstitusional, Raja Inggris tidak berperan sebagai juru bicara pemerintah. Menanggapi pernyataan tersebut, Kedutaan Besar Inggris di Washington mengarahkan pertanyaan kepada Istana Buckingham, yang belum memberikan komentar resmi.
Baca Juga: Harga Nikel Shanghai Sentuh Level Tertinggi 3 Bulan Rabu (29/4), Pasokan Tertekan Sebelumnya, dalam pidatonya di hadapan Kongres AS, Raja Charles juga tidak secara langsung membahas konflik Iran. Ia lebih menyoroti pentingnya kerja sama internasional, dukungan terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia, serta risiko meningkatnya isolasionisme global. Baik Amerika Serikat maupun Inggris selama ini memiliki posisi yang sama bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki senjata nuklir dan menyatakan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai, termasuk pengayaan uranium, sebagaimana diizinkan dalam kerangka perjanjian non-proliferasi nuklir.=