KONTAN.CO.ID - WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kemajuan masif dalam negosiasi dengan Iran, setelah serangkaian serangan militer yang melumpuhkan kekuatan tempur Teheran. Dalam pernyataan resminya yang diunggah di Youtube White House Minggu (29/3) malam, Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan total 30 kapal minyak besar melewati Selat Hormuz. Ia menyebut kebijakan Iran ini sebagai bentuk penghormatan dan komitmen dalam negosiasi AS dengan Iran yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Selat Hormuz Ditutup! CEO Migas Dunia Peringatkan Krisis Global
© 2026 Konten oleh Kontan
Trump mengklaim telah terjadi perubahan rezim secara otomatis karena para pemimpin sebelumnya telah meninggal dunia atau terluka parah.
Ia menyebut saat ini berhadapan dengan kelompok ketiga yang dianggap lebih masuk akal. Target utamanya tetap: memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. "Kami sudah mengakhiri kesepakatan nuklir era Obama yang buruk itu. Sekarang, mereka akan menyerahkan debu nuklirnya kepada kita. Jika tidak, mereka tidak akan punya negara lagi," tegasnya.Ballroom Antipeluru
Di tengah ketegangan geopolitik, Trump juga memamerkan desain ballroom baru di Gedung Putih yang dia klaim akan menjadi yang termegah di dunia. Proyek ini dibangun dengan spesifikasi teknis tingkat tinggi: Pertama factor keamanan: Seluruh kaca menggunakan material antipeluru atau bulletproof tebal dan atap antidrone atau drone proof . Kedua dari sisi arsitektur: Gedung Putih menggunakan kolom gaya Corinthian yang dipahat manual, setinggi bangunan asli Gedung Putih. Ketiga dari pendanaan: Trump menegaskan tidak ada satu sen pun uang negara yang digunakan. Proyek ini didanai sepenuhnya oleh kantong pribadi Presiden Donald Trump dan beberapa donatur. Baca Juga: Trump Sebut Iran Tak Pantas Tampil di Piala Dunia 2026, Singgung Soal KeamananAgenda Domestik
Di sisi domestik, Presiden Trump mendesak Senat untuk mengakhiri sistem filibuster guna meloloskan Save America Act. Terdapat lima poin krusial yang dipertahankan dalam agenda ini:Ribuan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Kebijakan Trump dengan Tajuk No Kings
© 2026 Konten oleh Kontan