KONTAN.CO.ID - BEIRUT/YERUSALEM. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap para pemimpin Lebanon dan Israel akan bertemu untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Trump berusaha untuk mendapatkan sedikit ruang bernapas antara kedua negara, setelah lebih dari enam minggu perang antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah. "Sudah lama sekali sejak kedua pemimpin itu berbicara, sekitar 34 tahun lalu. Itu akan terjadi besok. Bagus!" tulis Trump dalam sebuah unggahan media sosial yang dipublikasikan sebelum tengah malam pada Rabu (15/4/2026), waktu Washington seperti dikutip
Reuters.
Unggahan itu tidak menyebutkan pemimpin Lebanon dan Israel mana yang akan berbicara, atau memberikan detail lebih lanjut.
Baca Juga: Ancaman Selat Hormuz: Harga Minyak Bergerak Tipis Kantor Perdana Menteri Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar soal rencana ini. Tidak ada tanggapan segera atas permintaan komentar dari kantor Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam. Konflik ini bermula dari perang AS-Israel dengan Iran, dengan Hizbullah yang didukung Iran melepaskan tembakan untuk mendukung Teheran pada 2 Maret, yang memicu serangan Israel di Lebanon hanya 15 bulan setelah konflik terakhir. Washington menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Kabinet keamanan Israel mengadakan pertemuan pada Rabu malam untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Lebanon, kata seorang pejabat senior Israel. Pejabat senior Israel lainnya dan seorang pejabat senior Lebanon mengatakan pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan berat dari Washington untuk mencapai gencatan senjata di Lebanon. Netanyahu, dalam pernyataan video yang dirilis pada Rabu malam, mengatakan militer Israel terus menyerang Hizbullah dan akan segera "menaklukkan" kota Bint Jbeil di Lebanon selatan. Pejabat senior Lebanon mengatakan bahwa penilaian Lebanon adalah Israel ingin mengamankan kemenangan di Bint Jbeil sebelum kemajuan diplomatik dapat dicapai.
Militer Israel mengatakan pasukannya terus melakukan "operasi darat yang ditargetkan di Lebanon selatan".
Baca Juga: Harapan Perdamaian Timur Tengah Menguat, Israel Bahas Gencatan Senjata Lebanon Di Israel, sirene berbunyi memperingatkan adanya serangan roket, membuat penduduk beberapa kota di Israel utara berlari ke tempat perlindungan bom. Tidak ada laporan langsung tentang korban luka. Hezbollah terus melancarkan serangannya, menembakkan roket ke dua kota di Israel, seperti yang dilaporkan oleh televisi al-Manar milik kelompok tersebut.