KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) berkomitmen untuk memenuhi kontrak jangka panjang kepada pelanggan, sekaligus siap memasok Liquefied Natural Gas (LNG) untuk kebutuhan di dalam negeri. DSLNG memahami kebutuhan LNG di pasar domestik terus naik, sehingga perlu kolaborasi untuk memenuhi permintaan tersebut.
Corporate Communication Manager Donggi-Senoro LNG, Adhika Paramananda mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, DSLNG memasok sebanyak delapan kargo LNG ke pasar domestik. Permintaan LNG tersebut berasal dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dan PT PLN (Persero). Pasokan DSLNG ke pasar domestik naik signifikan pada tahun 2025, karena pada tahun sebelumnya, hanya ada permintaan satu kargo LNG. Andhika menekankan bahwa hal ini menunjukkan komitmen DSLNG untuk memprioritaskan penjualan LNG ke pasar dalam negeri.
Baca Juga: Penumpang LRT Turun 10% Saat Pemerintah Mulai Terapkan WFH ASN Jumat (10/4) Andhika memastikan DSLNG akan menjaga komitmen tersebut, apalagi di tengah gejolak geopolitik yang berimbas ke rantai pasok energi global. "Melihat perkembangan, kami paham bahwa Donggi-Senoro harus siap. Kami berkomitmen untuk mendahulukan pasar dan kebutuhan domestik akan menjadi lebih tinggi dibandingkan mencari spot kargo di negara lain," kata Andhika dalam Bincang Media, Jumat (10/4/2026). Sebagai informasi, DSLNG memiliki kapasitas produksi sekitar 2,1 juta ton per tahun. Dengan kapasitas tersebut, Kilang Donggi-Senoro mampu mengirimkan sekitar 30 - 40 kargo LNG per tahun. DSLNG memiliki komitmen pengiriman jangka panjang dengan tiga pembeli yaitu JERA, Kyushu Electric, dan Korea Gas Corporation. Bila para pembeli jangka panjang ini tidak mengambil kargo tersebut, maka kargo dapat tersedia di pasar spot LNG. Andhika menegaskan DSLNG berkomitmen untuk memenuhi permintaan dari pasar domestik dengan tetap memprioritaskan pengiriman LNG kepada para pelanggan yang sudah memiliki kontrak jangka panjang. Adapun, kontrak tersebut akan berakhir pada tahun 2027. "Kami harus menjaga komitmen kontrak jangka panjang sampai 2027. Setelah itu, kami akan mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. Semangat kami pastinya akan menjadi kontributor untuk LNG nasional. Namun saat ini kami punya tanggung jawab untuk memenuhi kontrak jangka panjang," terang Andhika. Terkait target atau rencana penjualan pada tahun ini, Andhika belum merinci jumlah kargo yang akan dipasok oleh DSLNG. Hingga kuartal I-2026, Andhika menggambarkan bahwa DSLNG baru memasok kurang dari 10 kargo untuk memenuhi kebutuhan pelanggan jangka panjang.
Baca Juga: Ekosistem Gaming Asia Tenggara Tembus US$ 14 Miliar di 2030, Indonesia Pasar Terbesar Sedangkan untuk pasar domestik, sejauh ini belum ada permintaan resmi dari para badan usaha. "Belum bisa kami pastikan berapa total di tahun ini. Belum ada yang ke domestik, karena kan berdasarkan request. Ada spot kargo yang kami jual, biasanya spot kargo ini lah yang masuk ke domestik," terang Andhika. Di samping komitmen untuk menyediakan pasokan LNG ke pasar dalam negeri, Andhika juga menegaskan komitmen DSLNG untuk menjalankan operasional produksi yang aman dan berkelanjutan. Andhika mengungkapkan bahwa DSLNG berhasil meraih PROPER Hijau dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2026. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Penghargaan PROPER Hijau kepada Donggi-Senoro diterima oleh Direktur Operasional DSLNG, Adi Kustanto yang didampingi oleh Muhammad Haerul selaku QHSE (Quality, Health, Safety, and Environment) Senior Manager DSLNG, pada Selasa (7/4/2026).
Andhika mengatakan bahwa PROPER Hijau ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan. Termasuk efisiensi energi, pengendalian emisi, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. "Pencapaian ini menjadi salah satu prestasi penting bagi DSLNG, yang sebelumnya rutin meraih peringkat PROPER Biru dan mencerminkan konsistensi DSLNG dalam menjaga dan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," tandas Andhika.
Baca Juga: Sukses IPO, Begini Rencana Ekspansi BSA Logistics Indonesia (WBSA) Selanjutnya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News