KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (
SRAJ) atau Mayapada Healthcare terus memperkuat strategi pengembangan layanan berstandar internasional
guna menekan potensi devisa akibat masyarakat berobat ke luar negeri. Corporate Secretary Mayapada Healthcare, Arie Farisandi mengatakan, Mayapada secara konsisten melakukan pengembangan layanan unggulan berstandar internasional melalui kolaborasi strategis dengan Apollo Hospitals Group, salah satu jaringan rumah sakit terkemuka di Asia. “Fokus kami bukan sekadar menambah kapasitas, tetapi memastikan standar layanan, teknologi, dan kompetensi tenaga medis mampu bersaing dengan rumah sakit global,” ujar Arie, kepada Kontan.co.id, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Mayapada Healthcare (SRAJ) Resmikan Pusat Layanan Jantung Terpadu di Surabaya Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan layanan dan spesialisasi pada penanganan kasus medis kompleks dengan memanfaatkan integrasi teknologi medis canggih pada yang berfokus pada spesialisasi onkologi, kardiologi, neurologi, dan bedah kompleks dengan teknik bedah minimal invasif
(minimally invasice surgery). Perseroan juga memperkuat layanan bedah robotik melalui pengiriman dokter spesialis dan tenaga medis untuk mengikuti pelatihan intensif di jaringan Apollo. Program tersebut dilanjutkan dengan
proctorship dan
continuing medical education guna memastikan
transfer knowledge berjalan optimal. Selain itu, pada 8 Januari 2026, Perseroan menandatangani implementasi layanan preventif berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui ProHealth, yang berfokus pada prediksi risiko dan pencegahan penyakit tidak menular. Kerja sama juga diperluas dalam penguatan kompetensi keperawatan kegawatdaruratan dan perawatan kritis melalui Medvarsity, institusi pendidikan kesehatan bagian dari Apollo Hospitals Group. Di sisi infrastruktur, Perseroan tengah mengembangkan Mayapada Hospital Jakarta Selatan Tower 3 yang difokuskan pada layanan premium dan teknologi tinggi, termasuk pemanfaatan teknologi nuklir untuk diagnostik seperti Digital PET Scan dan SPECT-CT.
Baca Juga: Mayapada (SRAJ) Poles Kinerja lewat Ekspansi Layanan Kesehatan Mata Arie mengakui tantangan utama dalam meningkatkan daya saing rumah sakit domestik terletak pada ketersediaan tenaga medis serta kompleksitas pengadaan alat kesehatan mutakhir. Namun, pihaknya optimistis strategi kolaborasi global dan investasi teknologi dapat menjadi solusi jangka panjang. Saat ini, layanan
high-end telah menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan Perseroan.
Ke depan, porsinya ditargetkan terus meningkat melalui penguatan layanan berbasis teknologi, peningkatan kompleksitas kasus (
case mix), serta rekrutmen spesialis dan subspesialis unggulan.
“Strategi ini diharapkan mendorong pertumbuhan pendapatan yang lebih berkualitas serta peningkatan margin secara berkelanjutan,” katanya.
Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA di atas 20%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan
throughput pasien, optimalisasi utilisasi kapasitas rumah sakit, kontribusi investasi tahun-tahun sebelumnya, serta disiplin pengelolaan biaya operasional. “Strategi kami menitikberatkan pada pertumbuhan yang berkualitas, bukan hanya volume, tetapi juga peningkatan nilai layanan dan efisiensi operasional,” pungkas Arie. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News