KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama melalui aliran Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor migas. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina Rinto Pudyantoro mengatakan, kontribusi sektor hulu migas terhadap daerah terlihat jelas dari penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah. “Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Dongkrak Penerimaan Daerah, Jambi Raup Ratusan Miliar dari PetroChina
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama melalui aliran Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor migas. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina Rinto Pudyantoro mengatakan, kontribusi sektor hulu migas terhadap daerah terlihat jelas dari penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah. “Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
TAG: