Dongkrak Produksi Nasional, Kementan Perdana Sebarkan Benih Unggul Tebu Asal KBD



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menyalurkan benih unggul tebu asal Kebun Benih Datar (KBD) secara perdana melalui mitra penangkar. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi perkebunan tebu sekaligus mendorong peningkatan produksi menuju swasembada gula nasional.

Benih tebu varietas AAS asal KBD kini telah mulai disebarkan kepada petani untuk pembangunan kebun seluas 118 hektare atau setara dengan 7,08 juta mata benih. 


Distribusi tersebut berlangsung sejak pekan pertama Juni 2026 melalui jaringan mitra pengembangan benih pemerintah.

Baca Juga: Peningkatan Produktivitas Sawit Dikebut dengan Replanting dan Benih Unggul

Salah satu mitra pengembangan KBD, CV Langbuana, menyebut benih yang telah tersertifikasi saat ini mencapai 234,86 hektare dengan varietas AAS dan BL. Benih tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan areal tebu hingga sekitar 1.400 hektare di wilayah Jawa Timur.

"Benih ini siap mendukung pengembangan tebu di lahan petani Jawa Timur," ujar pimpinan CV Langbuana Wawan Setiawan dalam siaran pers, Minggu (14/6/2026).

Menurut Wawan, varietas AAS memiliki sejumlah keunggulan, antara lain karakter tanaman yang menyerupai varietas BL, jumlah anakan yang banyak, serta batang berwarna merah. 

Dengan perawatan optimal, produktivitas varietas tersebut dapat mencapai hingga 2.000 kuintal per hektare, memiliki ketahanan terhadap kekeringan, serta rendemen gula sekitar 10%–11%.

Selain Jawa Timur, pengembangan benih unggul juga dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Benih tebu varietas NXI 4T telah disalurkan untuk pengembangan kebun tebu seluas 14,8 hektare yang tersebar di Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, dan Sragen.

Baca Juga: Program Bongkar Ratoon Dinilai Dongkrak Produksi Tebu dan Pasokan Industri Gula

Varietas NXI 4T dinilai memiliki potensi produksi hingga 1.200 kuintal per hektare, tahan terhadap kondisi kering, tidak mudah berbunga, serta memiliki ketahanan terhadap penyakit luka api. Tingkat rendemennya dapat mencapai sekitar 9%.

Pengurus Asosiasi Penangkar Benih Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yogi Dwi Sungkowo, mengatakan benih dari KBD yang telah tersertifikasi di wilayah tersebut siap didistribusikan kepada petani peserta program bongkar ratoon maupun perluasan areal tanam.

“KBD yang tersertifikasi siap didistribusikan untuk kebun petani di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Yogi.

Secara keseluruhan, pengembangan KBD yang dilakukan pada 2025 mencapai 1.571 hektare, terdiri atas 200 hektare di Jawa Tengah dan 1.371 hektare di Jawa Timur. Benih yang dihasilkan dari kebun tersebut akan diedarkan secara bertahap mulai Juni hingga Agustus 2026.

Baca Juga: Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemerintah Siap Salurkan Varietas Unggul

Pemerintah berharap penyebaran benih unggul asal KBD dapat mempercepat peremajaan tanaman tebu rakyat, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong kenaikan rendemen gula nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News