Dorong Biodiesel B40, Pemerintah Klaim Hemat Emisi dan Impor Solar



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah terus mendorong implementasi mandatori biodiesel B40 sebagai bagian dari strategi transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.

Kebijakan ini dinilai memberikan manfaat signifikan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penerapan biodiesel B40 mampu menghemat emisi karbon hingga mendekati 42 juta ton karbon dioksida (CO2).


Selain itu, kebijakan tersebut juga berkontribusi pada penghematan devisa negara sekitar US$ 8 miliar akibat berkurangnya impor solar.

"Mandatori biodiesel B40 ini menghemat emisi debesar mendekati 42 juta ton daripada CO2. Dan juga menghemat devisa sebesar US$ 8 miliar terhadap impor solar," ujar Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Ancaman Impor Etanol Hilang, Food Estate Merauke Siapkan 3 Juta Ton

Airlangga juga menyoroti dampak peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) oleh Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan baru-baru ini.

Dengan beroperasinya proyek tersebut, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar dari luar negeri.

"Jadi kita sudah tanda petik swambada di bidang solar, dan tentu kita akan terus tingkatkan untuk energi yang lain," katanya.

Baca Juga: Donald Trump Kenakan Tarif Dagang 25% ke Negara Mitra Iran, Indonesia Terdampak?

Selanjutnya: Pemerintah Siapkan Dana US$ 6 Miliar untuk Jaga Industri Padat Karya

Menarik Dibaca: 10 Siswa MISJ Ciptakan Traffigo, Solusi Kemacetan Penjemputan Siswa di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News