Dorong Bumi yang Lebih Sehat, Investasi di Produk ESG Jadi Pilihan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menciptakan bumi yang lebih sehat dan hijau tak hanya sekadar melakukan penanaman pohon. Kini dengan berinvestasi pada produk berbasis Environmental, Social and Governance (ESG) juga bisa menyelamatkan planet biru ini.

Bahkan minat investor terhadap investasi berbasis ESG tergolong tinggi. Ini tercermin dari nilai assets under management (AUM) investor yang masuk dalam signatories UN PRI mencapai US$ 121 triliun per akhir 2021.

Tak hanya di luar negeri, meningkatkan minat terhadap produk berbasis ESG di dalam negeri juga ikut bertumbuh. Tren penggunaan reksa dana maupun EFT indeks berbasis ESG meningkat dari satu produk di 2016 menjadi 18 produk pada 2022.


Untuk mewadahi minat investor yang kian membendung, Bursa Efek Indonesia (BEI)  turut memberikan fasilitas pada investor yang menyukai produk investasi berbasis ESG.

Salah satunya dengan meluncurkan indeks berbasis yang ramah lingkungan. Terbaru, BEI merilis indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders pada 11 November 2022 dalam gelaran B20 Side Event.

Baca Juga: Terapkan ESG Dalam Bisnis, KPI Siap Jadi Perusahaan Kilang & Petrokimia Global

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menuturkan sampai saat ini peluncuran indeks bertema dekarbonisasi menuai tanggapan yang sangat positif dari dari investor dan stakeholders global.

Diharapkan dengan adanya indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders ini bisa jadi panduan bagi para investor yang bertujuan untuk mengurangi eksposur intensitas emisi karbon atas portofolio investasi.

Melihat berbagai potensi yang ada, BEI masih akan terus mengkaji pengembangan indeks berbasis hijau. Salah satunya dengan menggabungkan tema ESG dengan syariah.

"Kami terus melihat dan mengkaji potensi pengembangan indeks ESG baru, salah satu target kami adalah indeks ESG Syariah, yang diharapkan dapat diluncurkan di 2023," ucap Jeffrey kepada Kontan, Rabu (30/11).

Portofolio Makin Hijau

Kehadiran indeks tematik semakin memudahkan investor untuk mengatur portofolionya. Hingga saat ini, BEI sudah punya empat indeks berbasis ESG, salah satunya termasuk indeks iklim.

Ada indeks ESG Leaders, ESG Sector Leaders IDX Kehati, ESG Quality 45 IDX Kehati dan LQ45 Low Carbon Leaders. Saham para penghuni indeks tematik itu juga layak dilirik investor untuk dimasukkan dalam keranjang investasi.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian menilai menjadi hal yang menarik untuk investor jika ingin menyusun portofolio berdasarkan indeks-indeks hijau karena para regulator terus mendukung para emiten menerapkan prinsip ESG.

"Beberapa indeks berbasis ESG yang sudah ada di bursa juga mencatatkan kinerja cukup impresif sepanjang 2022 ini," ucapnya.

Kalau dicermati indeks ESG Leaders sudah melaju 9,12% per Rabu (30/11). Bahkan, indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati dan ESG Quality 45 IDX Kehati masing-masing sudah naik dua digit 17,63% dan 18,52%.

Baca Juga: Intip Arah Kebijakan OJK di Bidang Pasar Modal pada Tahun Depan

Setali tiga uang, Analis Reliance Sekuritas Lukman Hakim menyebut kehadiran indeks ini membuat ruang lingkup lebih kecil sehingga investor lebih mudah melakukan pengaturan portofolio.

Apalagi dia memperkirakan isu energi hijau akan semakin diminati oleh para pelaku pasar, baik ritel maupun institusi. Hal ini sejalan dengan peningkatan produk dan dukungan regulator.

"Produk yang berbasis ESG juga meningkat seperti produk reksadana yang juga didukung oleh regulator dengan membuat indeks berbasis ESG," ucap Lukman.

Selain komitmen BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melayangkan dukungan akan produk investasi berbasis ramah lingkungan ini. Dalam Rapat Dengar Pendapat OJK dengan DPR Komisi XI, pada industri pasar modal OJK akan menerbitkan berbagai regulasi bertema ESG pada 2023 mendatang.  

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi mencontohkan regulasi yang terkait keterbukaan informasi bagi produk investasi berwawasan lingkungan, bursa karbon dan efek bersifat utang atau sukuk yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari