Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, VKTR Resmikan Pabrik Bus dan Truk EV di Magelang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melalui anak usahanya, PT VKTR Sakti Industries (VKTS), meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik pertama di Indonesia, khususnya di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, hal ini merupakan salah satu upaya perusahaan memperkuat ketahanan energi melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM).

Ia juga menilai pembangunan industri seringkali justru menemukan momentum dalam situasi krisis. Oleh karena itu, VKTR sebagai bagian grup Bakrie hadir untuk melanjutkan perjalanan panjang industri otomotif nasional. Yang mana, telah dirintis sejak era Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada 1975, serta dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie lewat Bakrie Motor pada 1997, meskipun sempat terhenti akibat krisis ekonomi. 


"Kali ini VKTR melanjutkan perjalanan tersebut, dari komponen menjadi kendaraan utuh, dan dari masa lalu dengan bensin menjadi elektrik,” kata Anin dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: VKTR Bidik Pertumbuhan Signifikan 2030 Seiring Percepatan Elektrifikasi Transportasi

Anin menjelaskan, VKTR memilih fokus pada pengembangan bus dan truk listrik karena dinilai mampu menjadi pengungkit utama bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Selain itu, elektrifikasi kendaraan komersial juga berpotensi menghemat subsidi BBM hingga mencapai US$ 5 miliar per tahun.

"Memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," tuturnya.

Dari sisi industri, lanjut Anin, VKTR juga berkomitmen meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang saat ini telah mencapai 40% dan ditargetkan meningkat menjadi 60% pada tahun ini, serta ke level 80% pada 2028.

Lebih jauh, Anin menambahkan bahwa pengalaman negara lain seperti Jepang menunjukkan pengembangan industri otomotif kerap dimulai dari kendaraan komersial sebelum beralih ke kendaraan penumpang. 

"Dari sejarah negara lain di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil," ujar Anin. 

Baca Juga: Ekspansi ke Jateng, VKTR & Karoseri Laksana Uji Bus Listrik di Koridor Trans Semarang

Selain itu, Anin mengungkapkan, VKTR juga mendukung pengembangan ekosistem green mobility secara menyeluruh. Ini termasuk penyediaan infrastruktur pengisian daya listrik (charging station) serta kontribusi terhadap program waste to energy melalui pengembangan dump truck compactor tertutup, yang rencananya digunakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta. 

"Kami melihat bahwa ke depannya semua bersama-sama dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai 100 gigawatt tersebut," terang Anin. 

Dalam aspek teknologi, VKTR juga menargetkan diri untuk menjadi perusahaan berbasis inovasi dengan kepemilikan 14 hak cipta yang dikembangkan bersama sejumlah universitas di Indonesia. Termasuk, teknologi retrofit kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.

"Harapannya, kami bisa mendapat dukungan supaya regulasi dan peraturan pemerintah bisa mendorong penegakan TKDN dan bisa memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, baik swasta maupun BUMN," tutupnya.

Baca Juga: VKTR Dorong Integrasi Ekosistem Kendaraan Listrik dari Hulu ke Hilir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News