Dorong Ekspor, LPEI Akan Salurkan PMN Sebesar Rp 5 Triliun ke UMKM pada 2022



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Guna mendorong perekonomian melalui ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan menyalurkan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 5 Triliun kepada segmen UKM secara komersial dan Penugasan Khusus di 2022.

LPEI  telah mendapat PMN untuk penguatan permodalan dan peningkatan kapasitas usaha mencapai Rp 28,7 triliun sejak 2010 hingga Desember 2021.

Dana itu digunakan untuk menyediakan pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi serta jasa konsultasi, Direktur Eksekutif LPEI, Rijani Tirtoso menyampaikan bahwa PMN disalurkan LPEI untuk pembiayaan dan penjaminan dalam rangka penugasan umum maupun penugasan khusus dari pemerintah.


Penugasan khusus tersebut disalurkan untuk mendukung proyek atau program yang dianggap penting oleh negara termasuk dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. PMN yang diterima LPEI telah memberikan dampak yang positif baik bagi institusi maupun negara. 

Baca Juga: Begini Jurus Bank DBS Indonesia untuk Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

“Bagi institusi, PMN telah membantu LPEI mampu mengakselerasi pembiayaan hingga Rp 84 triliun, Penjaminan termasuk PEN sebesar Rp13 triliun, Asuransi Rp11 triliun, serta penciptaan eksportir baru dan 6 Program Desa Devisa dengan 27 desa binaan.

Bagi negara, LPEI telah menghasilkan kontribusi PNBP untuk negara dengan total sebesar Rp1,4 triliun, keseluruhannya pada periode 2010 hingga 2021,” ujar Rijani dalam keterangan tertulis pada Kamis (6/1).

Selain itu, atas pembiayaan yang yang disalurkan pada tahun 2021, LPEI memiliki development impact seperti peningkatan investasi 2,5 kali atau Rp 212 Triliun, peningkatan PB sebesar 2,5 kali atau senilai Rp211 Triliun, peningkatan ekspor hingga 3,6 kali atau senilai Rp302 Triliun, dan penyerapan tenaga kerja mencapai 51 orang per Rp1 Miliar pembiayaan yang disalurkan LPEI.

Baca Juga: Ekonom BCA Perkirakan Cadangan Devisa Desember 2021 Sekitar US$ 149,9 Miliar

Rijani menegaskan akan secara maksimal menyalurkan PMN baik yang sifatnya komersial maupun Penugasan Khusus. Ia mencontohkan  PKE Kawasan, UKM, Trade Finance, alat Transportasi. Sementara dari Jasa Konsultasi.

"LPEI akan menargetkan program kolaborasi rumah ekspor di 4 wilayah, yaitu Solo, Jakarta, Makassar dan Surabaya, 100 eksportir baru UKM dan 10 Program Klaster Desa Devisa baru. Tercapainya seluruh target ini tentu akan membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam eksosistem ekspor,” paparnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli