Dorong Harga Wajar, PHEI Rilis Harga Pasar Wajar Sukuk Bank Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) resmi meluncurkan Harga Pasar Wajar (HPW) Sukuk Bank Indonesia (SukBI) pada Senin, 2 Februari 2026. HPW Sukbi ini akan menjadi referensi harga yang transparan dan kredibel guna mendukung pengembangan pasar keuangan syariah di Indonesia. 

Sukuk Bank Indonesia (SukBI) merupakan instrumen keuangan syariah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari kebijakan moneter berbasis prinsip syariah.

Direktur Utama PHEI, M. Kadhafi Mukrom, menyampaikan kehadiran HPW SukBI diharapkan dapat menjadi acuan harga bagi pelaku pasar, khususnya dalam mendukung terbentuknya harga yang wajar dan efisien, serta mendorong peningkatan likuiditas transaksi SukBI di pasar sekunder. Ketersediaan HPW SukBI juga menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap ekosistem pasar keuangan syariah di Indonesia.


Baca Juga: DBS Nilai Risiko Saham Indonesia Turun ke Frontier Market Terbatas

"Perhitungan dan penetapan HPW SukBI dilakukan setelah PHEI ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai pihak yang berwenang untuk melakukan penilaian dan menyediakan harga acuan SukBI, serta memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” terang Kadhafi dalam rilis. Hal tersebut memastikan seluruh proses penilaian dan penetapan HPW SukBI dilaksanakan secara transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Data HPW SukBI nantinya menurut Khadafi akan dapat diakses oleh pelaku pasar melalui sistem distribusi data PHEI, yaitu TheNewBIPS. "Dengan tersedianya HPW SukBI, PHEI memperluas cakupan referensi harga instrumen Bank Indonesia yang disediakan kepada pelaku pasar, melengkapi penilaian yang sebelumnya telah dilakukan atas Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SuVBI),” terang dia. 

Sampai dengan 30 Januari 2026, PHEI telah melakukan penilaian dan penetapan Harga Pasar Wajar (HPW) atas 1.381 seri Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Meliputi 262 seri obligasi dan sukuk pemerintah dengan total outstanding Rp 8.024,32 triliun. 

Di mana seri instrumen obligasi korporasi dan sukuk ijarah korporasi dengan peringkat Investment Grade denominasi rupiah mendominasi dengan jumlah 1.088. Selain itu ada 34 seri Medium Term Notes (MTN) yang memiliki peringkat yang dipublikasikan dan terdaftar pada KSEI, 3 seri Commercial Paper (CP) yang memiliki peringkat dan terdaftar, 23 seri SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), 31 seri SukBI (Sukuk Bank Indonesia), 49 seri SVBI, dan 26 seri SuVBI.

Baca Juga: Dipantau MSCI, Indo Premier: RI Bisa Belajar dari Hong Kong, India, dan Negara Nordik

Selanjutnya: Asaki Curhat Gangguan Pasokan Bahan Baku Keramik dari Jabar, Menperin Telepon KDM

Menarik Dibaca: Desain iPhone 17e: Bezel Tipis dan Charger Super Cepat Menanti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: