Dorong industri keramik masuk jajaran empat besar dunia, ini strategi Kemenperin



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri keramik nasional bisa jadi peringkat 4 di dunia dari sebelumnya di peringkat 6 melalui penerapan 4 langkah strategis. Sebab, dengan deposit bahan baku yang cukup melimpah di tanah air, industri keramik nasional punya daya saing di pasar global bersama China, India, Brasil, Spanyol dan Iran.

"Keempat langkah strategis itu tersedianya gas industri dengan harga kompetitif, inovasi, SDM kompeten dan pengembangan industri keramik dalam negeri," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi dalam keterangannya, Senin (19/10).

Langkah lain, menurutnya, pemerintah memproteksi pasar dalam negeri dari peningkatan PPh terhadap keramik impor sebesar 7,5%. Di samping, perlu pasokan bahan baku berkesinambungan bagi pertumbuhan industri keramik nasional.


Baca Juga: Apindo beberkan penyebab turunnya kinerja manufaktur

"Untuk itu, pemerintah melalui regulasinya akan mengamankan pasokan bahan baku asal SDA Indonesia, sebagai salah satu keuntungan untuk mendukung daya saing industri keramik nasional. Seperti tanah liat (clay), feldspars, pasir silika, dolomite, batu kapur dan SDA berbasis bahan galian non logam lainnya," urainya.

Di pihak lain, pinta Doddy, dengan keterbatasan yang ada sudah seharusnya juga industri dapat memanfaatkan hasil-hasil lembaga litbang di Indonesia. Sehingga tercapai bermacam inovasi yang berguna bagi masyarakat industri.

Sementara Kepala BBK Kemenperin, Gunawan, menyampaikan indeks daya saing suatu negara salah satu unsurnya ditentukan oleh ketergantungan bahan baku impor, inovasi atau invensi teknologi. Yang mana, BBK sebagai lembaga litbang di bidang industri keramik punya misi kuat jadi stimulan dalam teknologi pengolahan bahan baku lokal dan teknologi pemrosesan keramik atau material terkait lainnya. "Ini wujud nyata BBK dalam upaya meningkatkan kemandirian dan daya saing industri nasional," kata Gunawan.

Baca Juga: Selain izin seumur tambang, pembeli produk hilir batubara juga harus tersedia

Dijelaskan, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai riset dan pengembangan teknologi keramik, mulai dari riset bahan baku, peralatan dan rancang bangun perekayasaan industri. Teknologi keramik maju, sampai riset mengenai pemanfaatan limbah, baik limbah dari industri keramik maupun limbah industri lainnya.

Selanjutnya: Kemnaker siapkan RPP tentang tenaga kerja asing hingga jaminan kehilangan pekerjaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi