Dorong KEK Kesehatan, Menko Airlangga: Agar Warga RI Tak Berobat ke Luar Negeri



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan untuk mengurangi pengeluaran masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. 

Pemerintah melihat potensi besar untuk mengalihkan belanja layanan medis tersebut ke fasilitas kesehatan di dalam negeri.

Airlangga mengungkapkan, pengeluaran masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri mencapai sekitar Rp 150 triliun. Nilai tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan nasional sekaligus menahan aliran uang ke negara lain.


"Spending-nya sekitar Rp 150 triliun, dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK," kata Airlangga kepada awak media di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Menhut Bekukan Enam Perusahaan Diduga Picu Karhutla, Ini Daftarnya

Menurut Airlangga, pengembangan KEK kesehatan dapat menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis tanpa harus menjalani pengobatan di luar negeri. 

Sejumlah wilayah, seperti Bali, kawasan sekitar Jakarta, dan Batam, dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan sektor kesehatan tersebut.

Selain kesehatan, Airlangga menyebut sektor pariwisata juga menjadi salah satu bidang yang berpotensi memberikan kontribusi besar bagi perekonomian. 

Menurutnya, penerimaan devisa dari pariwisata mencapai sekitar US$ 25 miliar, atau hampir setara dengan tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni nikel, batu bara, dan kelapa sawit.

Pemerintah pun terus mendorong pengembangan KEK untuk memperluas investasi dan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Baca Juga: BI Prediksi Transaksi Berjalan 2026 Defisit hingga 2,4% dari PDB Akhir 2026

Secara kumulatif, 25 KEK di Indonesia telah mencatatkan investasi sebesar Rp 382,1 triliun hingga September 2026 dan menyerap sekitar 302.000 tenaga kerja.

Airlangga menilai pengembangan kawasan tersebut masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan.

"Untuk sektor industri tentu beberapa KEK sedang mempersiapkan untuk melakukan ekspansi," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News