Dorong kinerja, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) tambah satu set armada kapal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tahun ini, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menambah satu set armada yang terdiri dari satu kapal Tunda Hasnur 113 dan satu kapal tongkang Hasnur 333. Tongkang tersebut berukuran 330 feet dan mampu mengangkut kargo curah sebanyak 10 ribu metrik ton. 

Alhasil, dengan diresmikannya satu set armada ini, HAIS memiliki 12 set armada kapal tunda dan tongkang dengan kapasitas angkut yang bervariasi, mulai dari 7.500 ton hingga 10.000 Metrik Ton dan 1 kapal pengangkut CPO (crude palm oil).

Direktur Utama Hasnur Internasional Shipping, Jayanti Sari mengatakan, dengan penambahan armada ini HAIS akan semakin berkembang dan bisa melayani pelanggan dengan lebih baik. “Penambahan kapal tersebut juga sebagai upaya memperkuat  armada HAIS yang selanjutnya akan mendorong kinerja Perseroan,” ujar Jayanti kepada Kontan.co.id, Jumat (19/11). 


Baca Juga: Hasnur Internasional Shipping Siap Melaju dengan Armada Kapal Baru

Jayanti mengatakan, pihaknya akan melakukan penambahan dua set armada di tahun depan. Penambahan armada ini menjadi bagian dari rencana dan anggaran 2022 yang saat ini sedang difinalisasi. "Beberapa pertimbangan antara lain adalah prospek bisnis dan harga beli kapal," ujarnya. 

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, Jayanti juga pernah memaparkan bahwa upaya penambahan armada  merupakan langkah HAIS memperbaiki komposisi penggunaan armada antara kapal sewa dan kapal milik sendiri. Pihaknya juga melihat, dengan potensi yang ada ke depannya, permintaan jasa angkutan laut akan terus bertumbuh. 

Asal tahu saja, Hasnur Grup memiliki konsensi pertambangan seluas 3.990 hektare dengan cadangan 280 juta metrik ton batubara di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Adapun dalam jangka waktu empat tahun terakhir, HAIS telah mengangkut sebanyak 24,48 juta metric ton (MT) batubara. Sebesar 21,56 juta MT di antaranya merupakan permintaan dari Hasnur Grup atau setara 88% kontribusi. Sementara, sebesar 12% kargo lainnya berasal dari non-grup.

Editor: Handoyo .