Dorong Kinerja Laba, Jasindo akan Optimalkan Strategi Pertumbuhan Organik pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) akan mendorong kinerja laba pada tahun ini lewat strategi peningkatan pertumbuhan organik atau pendapatan premi.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, dalam mendorong kinerja premi pada 2026, perusahaan akan mempertimbangkan realisasi kinerja pada 2025, perkembangan kondisi ekonomi, serta fokus dalam memperkuat fondasi bisnis secara berkelanjutan.

Dalam mendorong kinerja premi, Gema menerangkan Jasindo akan berfokus pada lini bisnis asuransi harta benda sehingga diharapkan menjadi salah satu kontributor utama kinerja premi pada 2026.


Dia bilang, segmen tersebut mencakup perlindungan atas aset properti, industri, energi, dan infrastruktur strategis, termasuk program penugasan pemerintah seperti Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), serta sektor pertanian padi dan ternak sapi.

Baca Juga: Perkuat Underwriting, Jasindo Bidik Pertumbuhan Sehat Asuransi Marine Cargo

"Selain itu, asuransi energi, baik onshore maupun offshore, serta asuransi rekayasa juga ditargetkan menjadi penggerak utama kinerja premi," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Menurut Gema, ruang pertumbuhan premi masih terbuka lebar pada tahun ini. Salah satunya dipicu oleh peningkatan kebutuhan perlindungan atas aset strategis nasional, proyek infrastruktur, serta sektor energi.

Dia bilang, dukungan terhadap program-program strategis pemerintah juga menjadi salah satu pendorong stabilitas portofolio bisnis.

Meskipun demikian, Gema menyadari masih terdapat tantangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan aset di tengah dinamika risiko yang makin kompleks.

Baca Juga: Jasindo Masih Fokus Garap Asuransi Kendaraan di 2026 Meski Penjualan Mobil Melambat

Oleh karena itu, dia mengatakan Jasindo akan melanjutkan upaya perluasan edukasi publik, sekaligus memperkuat kerja sama dengan mitra distribusi.

"Melalui langkah-langkah tersebut, kami berharap dapat memperluas jangkauan layanan dan mendorong pertumbuhan premi yang berkelanjutan sepanjang 2026," ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, Jasindo mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 4,15 triliun pada 2025. Adapun klaim yang dibayarkan sebesar Rp 1,83 triliun. Jasindo tercatat meraih laba setelah pajak sebesar Rp 226,06 miliar pada 2025.

Selanjutnya: Harga Emas Tembus US$4.700, Ancaman Tarif Trump Picu Lonjakan Aset Safe Haven

Menarik Dibaca: Kiat Orangtua Menyesuaikan Konten YouTube Yang Baik untuk Anak Remaja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News