Dorong Kinerja Paylater, Ini Strategi Indodana Finance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) akan menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja layanan Buy Now Pay Later atau BNPL pada 2026.

Direktur Indodana Finance Iwan Dewanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan penambahan area baru di seluruh wilayah Indonesia, kemudian penambahan kerja sama dengan merchant.

"Ditambah, melakukan peningkatan kampanye marketing dan branding perusahaan," ungkap dia kepada Kontan, Selasa (3/2).


Iwan menambahkan rencana peningkatan kinerja 2026 diiringi dengan penguatan manajemen risiko perusahaan, sistem credit scoring yang prudent, serta menjaga prinsip kehati-hatian untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Komisaris Utama JMA Syariah (JMAS) Mengundurkan Diri

Dia juga optimistis sinergi antara kepatuhan regulasi, penerapan prinsip kehati-hatian, dan inovasi produk yang berorientasi pada kebutuhan nasabah, akan mendorong ekosistem bisnis yang sehat dan kerkelanjutan. Dengan demikian, hal itu dapat membuat perusahaan tumbuh dengan sehat.

Menurut Iwan, 2026 merupakan tahun yang dibayangi tantangan sekaligus peluang dalam menjalankan bisnis paylater. Untuk mengantisipasi tantangan yang ada, dia menyampaikan Indodana Finance akan terus membangun kedekatan emosional dan kepercayaan nasabah di tengah pasar yang makin kompetitif.

Hal itu juga menjadikan peluang berharga bagi perusahaan untuk makin memperdalam misi inklusi dan literasi keuangan secara merata ke berbagai lapisan masyarakat.

Terkait kinerja, Iwan mengatakan outstanding pembiayaan layanan Indodana PayLater per Desember 2025 terus tumbuh, sejalan dengan pertumbuhan industri BNPL. Sayangnya, dia tak menyebutkan nilai pertumbuhan yang dibukukan perusahaan.

Iwan hanya menjelaskan pencapaian pertumbuhan kinerja paylater tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan para pengguna dan efektivitas inklusi keuangan digital. 

"Bagi perusahaan, pertumbuhan itu memotivasi dan menjadi komitmen kami untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab, dengan mengedepankan kualitas portofolio pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan," ucap Iwan.

Baca Juga: Begini Strategi Clipan Finance Tingkatkan Pembiayaan Kendaraan di 2026

Berdasarkan kinerja industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 11,24 triliun per November 2025. Adapun BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 68,61% secara Year on Year (YoY).

Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga dengan angka sebesar 2,78% per November 2025, atau angkanya membaik dari posisi per Oktober 2025 yang sebesar 2,79%. 

Selanjutnya: Tambang Tak Digarap Dua Tahun Terancam Dicabut Izinnya, Investor Diminta Waspada

Menarik Dibaca: Dorong Inovasi Sejak Dini, Sampoerna Academy Gelar Rangkaian STEAM 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News