Dorong Kinerja Penerbangan, AirAsia Indonesia (CMPP) Optimalkan Libur Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten maskapai penerbangan, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) akan mengoptimalkan periode libur akhir tahun 2026 untuk mendorong kinerja bisnis penerbangan. 

Perusahaan berencana memprioritaskan rute dengan permintaan berkelanjutan, meningkatkan utilisasi armada secara selektif, serta mengoptimalkan jaringan penerbangan lanjutan AirAsia Group.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Captain Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan, CMPP masih melihat peluang pertumbuhan karena permintaan pasar tetap terjaga. Strategi pengelolaan rute dan peningkatan produktivitas menjadi fokus perseroan untuk mendukung pemulihan kinerja secara bertahap.


Baca Juga: Impor Minyak RI Masih 750.000 Barel per Hari, Bahlil Desak KKKS Percepat Proyek

“Kami melihat potensi pertumbuhan tetap terbuka karena permintaan pasar yang mendasarinya masih terjaga. Melalui strategi rute yang lebih terarah, peningkatan produktivitas, serta dukungan ekosistem AirAsia Group, kami memiliki fondasi yang jelas untuk pemulihan kinerja secara bertahap,” ujar Sadikin dalam keterangannya yang diterima KONTAN, Rabu (28/10/2026).

CMPP juga akan memanfaatkan layanan penerbangan lanjutan (Fly-Thru) dalam jaringan AirAsia Group yang menjangkau lebih dari 130 destinasi. Integrasi jaringan tersebut diharapkan membuka peluang perluasan pasar dan mendorong trafik penumpang Indonesia AirAsia.

Meski demikian, prospek bisnis CMPP masih dibayangi tekanan biaya operasional, terutama harga bahan bakar dan pergerakan nilai tukar. Karena itu, perseroan berupaya menjaga fleksibilitas operasional agar dapat menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pasar sekaligus mengendalikan biaya.

“Kami akan terus menjaga fleksibilitas operasional agar dapat beradaptasi secara cepat terhadap pergerakan harga bahan bakar, nilai tukar mata uang, maupun kebutuhan pasar,” kata Sadikin.

Hingga September 2026, Indonesia AirAsia mencatat pendapatan usaha Rp 5,78 triliun, turun 4,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). CMPP mengangkut 3,92 juta penumpang melalui 26.455 penerbangan dan mempertahankan tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 82%.

 
CMPP Chart by TradingView

Di sisi lain, Indonesia AirAsia membukukan kenaikan pendapatan per kapasitas kursi yang tersedia (revenue per available seat kilometer/RASK) sebesar 25,5% menjadi Rp 930.

Namun, CMPP masih mencatat rugi sebelum pajak Rp 1,74 triliun, antara lain dipengaruhi kenaikan beban bahan bakar dan peningkatan rugi selisih kurs.

Dengan strategi optimalisasi rute, utilisasi armada, dan pengendalian biaya, CMPP berupaya memanfaatkan momentum perjalanan akhir tahun untuk mendukung kinerja operasional dan pemulihan keuangan perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News