Dorong Konsumsi Masyarakat, Pemerintah Andalkan Stimulus Fiskal dan Program Sosial



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengandalkan stimulus fiskal dan program sosial untuk mendorong konsumsi masyarakat di awal 2026.

Senior Macro Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Fithra Faisal menilai, kondisi makroekonomi Indonesia pada awal 2026 mencerminkan bauran kebijakan yang diarahkan untuk menopang permintaan domestik sekaligus menjaga stabilitas eksternal dan sektor keuangan.

“Pemerintah mengandalkan stimulus fiskal yang terarah serta program sosial unggulan untuk mendukung konsumsi di tengah kepercayaan rumah tangga yang belum merata,” ujar Fithra dalam risetnya, Rabu (4/2/2026).


Baca Juga: Goldman Sachs & Macquarie Naikkan Proyeksi Harga Nikel 2026, Pasokan RI Kian Ketat

Di saat yang sama, keterlibatan eksternal dinilai tetap aktif. Negosiasi perdagangan dan integrasi keuangan regional terus berjalan meskipun ketidakpastian global masih tinggi.

Pergeseran struktural juga terlihat di sektor otomotif, di mana ekspor menjadi penopang kinerja di tengah lemahnya penjualan domestik.

Otoritas keuangan, lanjut Fithra, terus menekankan aspek keberlanjutan, konektivitas lintas negara, serta pendalaman pasar modal guna memperkuat ketahanan ekonomi.

Dari sisi politik, Presiden Prabowo memanfaatkan pendidikan dan program sosial berskala besar sebagai instrumen utama pembangunan nasional.

Namun demikian, meningkatnya biaya fiskal dari berbagai inisiatif tersebut mulai memicu perhatian terhadap efisiensi belanja dan keberlanjutan sumber pendanaan.

“Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah bersifat proaktif, dengan upaya menyeimbangkan dukungan jangka pendek dan tujuan struktural jangka panjang,” kata Fithra.

Baca Juga: Prabowo Restui Suntikan PMN Rp 11,46 Triliun untuk Transportasi dan Perumahan

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12,8 triliun untuk paket stimulus ekonomi pada kuartal I-2026.

Paket tersebut mencakup diskon tiket transportasi, penurunan tarif tol, serta penyaluran bantuan sosial pada Februari–Maret 2026.

Sementara itu, diskon tarif listrik tidak termasuk dalam paket stimulus tersebut, dan pemerintah juga tidak merencanakan subsidi listrik sepanjang 2026.

Selanjutnya: Peringatan Setiap 5 Februari: Ada 3 Perayaan Hari Besar Nasional dan Global

Menarik Dibaca: 6 Promo Kuliner Hari Ini Rabu 4 Februari: Subway Diskon 50% dan A&W Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News