Dorong kredit, CIMB Niaga rilis obligasi Rp 2 T



JAKARTA. Kendati pertumbuhan kredit belum membaik, sejumlah bank justru getol menawarkan surat berharga atau obligasi.

Ambil contoh PT Bank CIMB Niaga yang menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II senilai Rp 2 triliun pada Agustus 2017 ini.

Direktur Tresuri dan Pasar Modal CIMB Niaga John Simon mengatakan, obligasi yang diterbitkan perseroan akan digunakan seluruhnya untuk mendorong ekspansi kredit CIMB Niaga.


Bank yang terafiliasi dengan CIMB Group asal Malaysia ini pun menilai, meski kredit melambat sejumlah indikator makro ekonomi masih menunjukan optimisme positif di tahun 2017.

Hanya saja, John menilai ada anomali di beberapa sektor khususnya non infrastruktur yang masih cenderung melambat.

"CIMB Niaga melihat peluang pertumbuhan kredit ada di segmen UKM dan konsumer dengan tetap mencermati potensi peluang di segmen korporasi dan komersial, tentunya dengan seleksi yang lebih ketat dan berfokus pada klien top tier," ujarnya kepada KONTAN, Sabtu (5/8).

Lebih lanjut, alih-alih menjaga kualitas kredit agar tetap terjaga, bank bersandi emiten BNGA ini menilai ke depan pihaknya akan cenderung menitikberatkan porsi pinjaman kepada modal kerja ketimbang kredit invenstasi.

Meski begitu, John berharap kondisi perekonomian membaik di semester II 2017 ini agar pihaknya lebih leluasa menyalurkan kredit.

"Bila pada semester kedua tahun ini kondisi perekomian lebih baik, bank akan lebih leluasa menyalurkan kredit. Dengan tetap mengedepankan kualitas kredit," tuturnya.

Sebagai informasi saja, dalam keterbukaan bursa efek indonesia (BEI), Kamis (3/8) CIMB Niaga menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II yang terbagi ke dalam tiga seri antara lain, seri A senilai Rp 802 miliar dengan kupon 6,75% dan tenor 370 hari.

Sementara untuk seri B senilai Rp 376 miliar dengan kupon sebesar 7,77% dan tenor tiga tahun. Adapun, seri C senilai Rp 822 miliar dengan kupon 8,15% dan tenor lima tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia