JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah lain untuk mendorong pasar uang antar bank, dengan menaikkan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 8,00%, dan tetap mempertahankan bunga deposit facility sebesar 5,75%. Dengan begitu, diharapkan bank akan lebih memilih mencari dana di pasar uang daripada meminjam dana dari BI. Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI mengatakan, kebijakan kenaikan bunga lending facility ini agar likuiditas perbankan beredar di kalangan perbankan yang sedang membutuhkan likuiditas, sehingga pasar keuangan perbankan di Tanah Air lebih dalam lagi. Sementara itu, Hendar, Deputi Gubernur BI menambahkan, kenaikan bunga lending facility ini akan membuat bank enggan meminjam dana di BI, karena suku bunganya mahal dibandingkan tingkat bunga di pasar uang yang sebesar 5,75%. “Pinjam dana di BI lebih mahal kan,” ucapnya.
Dorong pasar uang, BI naikkan lending facility
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah lain untuk mendorong pasar uang antar bank, dengan menaikkan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 8,00%, dan tetap mempertahankan bunga deposit facility sebesar 5,75%. Dengan begitu, diharapkan bank akan lebih memilih mencari dana di pasar uang daripada meminjam dana dari BI. Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI mengatakan, kebijakan kenaikan bunga lending facility ini agar likuiditas perbankan beredar di kalangan perbankan yang sedang membutuhkan likuiditas, sehingga pasar keuangan perbankan di Tanah Air lebih dalam lagi. Sementara itu, Hendar, Deputi Gubernur BI menambahkan, kenaikan bunga lending facility ini akan membuat bank enggan meminjam dana di BI, karena suku bunganya mahal dibandingkan tingkat bunga di pasar uang yang sebesar 5,75%. “Pinjam dana di BI lebih mahal kan,” ucapnya.