Dorong Penetrasi Asuransi Syariah, IIS Perkuat Sumber Daya Manusia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Islamic Insurance Society (IIS) menyelenggarakan The 4th Sharia Insurance Experts Forum (SIEF) 2026 dengan mengusung tema “Sharia Insurance Expert: Integrity, Innovation, and Empowerment of the Ummah”.

Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS), Edi Setiawan mengatakan bahwa SIEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah melalui penguatan tata kelola, inovasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta riset yang aplikatif.

Ia menegaskan bahwa IIS akan terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengembangan kompetensi dan pusat kajian asuransi syariah. Dia bilang, IIS berkomitmen membangun kompetensi melalui pelatihan kerja berstandar nasional dan membantu menggali potensi asuransi syariah melalui riset dan perumusan kebijakan.


"Kami ingin menjadi mitra strategis bagi industri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus menghasilkan pemikiran yang mampu mendorong kemajuan industri asuransi syariah nasional," ujar Edi dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Baca Juga: Zurich Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti

Melalui SIEF 2026, IIS menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Antara lain penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan berbasis standar nasional, pengembangan riset terapan sebagai dasar penyusunan kebijakan industri, serta penguatan kolaborasi antara regulator, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi percepatan pertumbuhan industri asuransi syariah yang sehat, inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Fauzi Arfan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjawab berbagai tantangan industri. Untuk itu, pihaknya berkolaborasi dengan IIS untuk memecahkan berbagai gap di industri asuransi syariah.

"Sinergi antara asosiasi, regulator, akademisi, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan," kata Fauzi.

Sementara itu, Bendahara III Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Siti Ma'rifah menyoroti masih rendahnya tingkat penetrasi, literasi, dan inklusi asuransi syariah di Indonesia. Karena itu diperlukan dukungan lembaga keahlian yang turun langsung membangun kapasitas SDM, seperti IIS, serta kolaborasi dengan MES untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Dari sisi regulator, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sumarjono menyampaikan bahwa keberlanjutan industri ditentukan oleh kualitas tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, inovasi, serta sumber daya manusia.

Menurut dia, ada tiga pilar utama pertumbuhan industri yakni governance, risk management dan compliance, inovasi produk, serta pengembangan SDM. Sementara itu, SDM merupakan faktor paling penting dalam menjalankan seluruh aspek tersebut.

Baca Juga: Kontribusi Asuransi Syariah Tumbuh 18,1% pada Mei 2026, Ini Pendorongnya

"Oleh karena itu, IIS memiliki peluang besar untuk berkontribusi mencetak profesional yang kompeten di bidang asuransi syariah," ujar dia.

Momentum SIEF 2026 juga diisi dengan peluncuran logo baru IIS sebagai simbol transformasi organisasi menuju lembaga yang semakin profesional, adaptif, dan kolaboratif dalam mendukung pengembangan industri asuransi syariah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News