Dorong Pengembangan UMKM, Ini yang Dilakukan OJK



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat membaiknya kinerja pertumbuhan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan upaya berbagai pemangku kepentingan terkait dalam mendorong pemulihan usaha dan pencapaian pertumbuhan kredit UMKM sesuai yang ditargetkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan dan Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana mengatakan, OJK dalam hal ini terus mendorong rasio penyaluran kredit UMKM melalui berbagai dukungan kebijakan yang menyeluruh dari aspek pembiayaan, pemasaran, hingga pembinaan atau pendampingan. 

"Beberapa inisiatif OJK dalam mendorong pembiayaan UMKM antara lain mengenai peluncuran Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), dorongan digitalisasi pembiayaan melalui Fintech Lending (P2P Lending), dan pengembangan KUR Klaster dalam ekosistem digital," kata Dian, Sabtu (24/9).


Baca Juga: Harap Waspada Pinjol Ilegal, Korbannya Bakal Diteror dengan Cara Ini

Selain itu, dalam mendorong pemasaran UMKM, OJK juga berupaya untuk memperluas ekosistem digital UMKM yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, salah satunya melalui UMKM-MU. 

Sebagai informasi, UMKM-MU merupakan platform yang dikembangkan untuk menyediakan berbagai fitur unggulan untuk membantu UMKM memperluas akses pasar secara digital hingga diharapkan dapat menjadi usaha yang berdaya saing tinggi.

Sementara itu, dari aspek pembinaan/pendampingan UMKM, OJK akan terus mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah.

Baca Juga: Industri Keuangan Digital Ramai-ramai Membentuk Ekosistem Baru

Keberadaan TPAKD juga sangat penting dalam menyerap program-program yang dikeluarkan Pemerintah untuk mendorong kemajuan UMKM seperti program KUR. 

"Salah satu program kerja yang dilakukan TPAKD adalah mempertemukan pelaku UMKM dan penyedia pembiayaan, serta memberikan edukasi bagi UMKM melalui business matching," tutur Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .