KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan produksi dan efisiensi operasi hulu migas nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi kapabilitas teknologi, engineering, operational services, serta chemical solutions yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan produksi migas yang semakin kompleks. Salah satu kapabilitas strategis tersebut dijalankan melalui PT Elnusa Petrofin, anak usaha Elnusa yang mengembangkan Integrated Chemical Services, termasuk specialty chemical, drilling fluid, dan Enhanced Oil Recovery (EOR). Dengan pengalaman dan jangkauan operasi di berbagai wilayah Indonesia, ELSA tidak hanya berperan sebagai penyedia material pendukung, tetapi berkembang sebagai bagian dari solusi untuk menjaga production performance, flow assurance, asset integrity, hingga optimalisasi produktivitas minyak. Penguatan tersebut semakin relevan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada 2030. Kementerian ESDM menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan optimalisasi produksi melalui teknologi, reaktivasi sumur idle, serta pengembangan potensi migas baru. Enhanced Oil Recovery menjadi salah satu teknologi yang didorong untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi.
Dorong Peningkatan Produksi Migas, Elnusa (ELSA) Perkuat Solusi Chemical
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan produksi dan efisiensi operasi hulu migas nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi kapabilitas teknologi, engineering, operational services, serta chemical solutions yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan produksi migas yang semakin kompleks. Salah satu kapabilitas strategis tersebut dijalankan melalui PT Elnusa Petrofin, anak usaha Elnusa yang mengembangkan Integrated Chemical Services, termasuk specialty chemical, drilling fluid, dan Enhanced Oil Recovery (EOR). Dengan pengalaman dan jangkauan operasi di berbagai wilayah Indonesia, ELSA tidak hanya berperan sebagai penyedia material pendukung, tetapi berkembang sebagai bagian dari solusi untuk menjaga production performance, flow assurance, asset integrity, hingga optimalisasi produktivitas minyak. Penguatan tersebut semakin relevan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada 2030. Kementerian ESDM menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan optimalisasi produksi melalui teknologi, reaktivasi sumur idle, serta pengembangan potensi migas baru. Enhanced Oil Recovery menjadi salah satu teknologi yang didorong untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi.
TAG: