KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis pada 2026 di tengah dinamika industri perbankan syariah digital yang semakin kompetitif. Per Maret 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 23,32 miliar. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya perolehan laba bersih bank mencapai Rp 33,46 miliar. Penurunan ini menjadi perhatian perseroan dalam menyusun strategi penguatan bisnis ke depan. Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menegaskan bahwa capaian tersebut tetap menjadi modal penting untuk melanjutkan ekspansi bisnis dan memperkuat posisi perseroan di industri perbankan syariah digital.
Perkuat Ekosistem Digital dan Kolaborasi Mitra
Untuk tahun ini, Bank Aladin Syariah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra potensial guna membangun ekosistem digital yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan akuisisi nasabah. "Ke depan Bank Aladin Syariah akan terus memperkuat perannya sebagai bank syariah digital yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menghadirkan layanan yang relevan, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Koko dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Asuransi Astra: Gejolak Pasar Saham Tak Pengaruhi Hasil Investasi pada Kuartal I-2026 Integrasi Kanal Digital dan Offline Jadi Kunci
Pada tahun ini, Bank Aladin Syariah juga akan memperluas produk dan layanan melalui aplikasi digital, jaringan offline mitra strategis, hingga jaringan ATM BCA untuk layanan tarik tunai tanpa kartu. Koko menilai, integrasi kanal digital dan fisik menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah di Indonesia, sekaligus memperkuat pengalaman nasabah secara menyeluruh.
Fokus Penguatan Dana dan CASA
Dari sisi pendanaan, Bank Aladin Syariah akan mengoptimalkan penghimpunan dana secara organik maupun melalui integrasi dengan ekosistem mitra strategis. Strategi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA). Selain itu, bank juga membidik pertumbuhan dana dari segmen nasabah kelas menengah atas melalui layanan Aladin Premier. Segmen ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat basis dana ritel sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah.
Baca Juga: AAJI: Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Naik 6,5% Jadi Rp 6,45 Triliun Ekspansi Pembiayaan Berbasis Kemitraan
Sementara pada sisi pembiayaan, Bank Aladin Syariah berencana memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Perseroan akan menawarkan produk pembiayaan yang lebih inovatif dan kompetitif, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menjaga kualitas pembiayaan.
Strategi ini diharapkan dapat memperkuat portofolio pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.
Penguatan Teknologi dan SDM
Tak hanya fokus pada ekspansi bisnis, Bank Aladin Syariah juga akan melanjutkan penguatan infrastruktur teknologi informasi, tata kelola perusahaan, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mendukung transformasi digital jangka panjang. Koko optimistis, perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem dapat menjadi pendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News