KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merck meresmikan instalasi panel surya fotovoltaik (PV) di atap pabriknya yang berlokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Merck dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan perusahaan. Selain instalasi panel surya, perusahaan sains dan teknologi ini juga telah mengambil inisiatif untuk membeli Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Arryo Aritrixso Wachjuwidajat, Site Director PT Merck Tbk, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mengurangi dampak lingkungan, baik melalui pengurangan emisi karbon maupun peningkatan penggunaan energi terbarukan.
“Pada 2030, kami menargetkan pengurangan emisi GRK langsung (Cakupan 1) dan tidak langsung (Cakupan 2) sebesar 50% dibandingkan dengan tahun dasar 2020, dan penggunaan 80% energi terbarukan dalam operasional kami, sebagai bagian dari upaya global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.” kata dia dalam keterangan resminay, Selasa (22/10). Baca Juga: Pemerintahan Prabowo Perlu Perkuat Kerjasama Indonesia-Tiongkok untuk Transisi Energi Komitmen keberlanjutan ini salah satunya diwujudkan melalui peresmian panel surya fotovoltaik (PV) dan pembelian energi terbarukan. Ia bilan, di Indonesia, instalasi panel surya ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan Merck menuju operasional yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga merupakan bukti komitmen jangka panjang kami dalam mengurangi jejak lingkungan dan mendukung transisi energi terbarukan. Instalasi panel surya di atap pabrik Merck ini dikerjakan oleh PLN Indonesia Geothermal, anak usaha PT PLN Indonesia Power yang berfokus pada pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan. Panel surya yang terpasang mencakup area seluas 2.100 meter persegi (m2) dengan total 817 modul surya. Panel tersebut memiliki kapasitas terpasang sebesar 473,9 kWp dan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 594,3 MWh listrik per tahun. Energi ini akan memberikan kontribusi sebesar 12% dari total kebutuhan energi tahunan pabrik serta menurunkan emisi GRK sebesar 465,3 ton CO2, mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Lambok Renaldo Siregar, Direktur Proyek, PT PLN Indonesia Geothermal mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin dalam adopsi energi bersih. “Kami berharap kolaborasi antara PLN Indonesia Geothermal dan Merck dapat menginspirasi perusahaan lain untuk mengambil langkah serupa,” ujarnya.