KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) berharap Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat 7,07% secara tahunan di kuartal kedua. Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, capaian ini bisa dikatakan di luar prediksi. Terlebih, angkanya menembus target pemerintah yang sebesar 7%. Meski begitu, Sarman menilai bahwa pertumbuhan ekonomi signifikan yang disebut-sebut membawa Indonesia keluar dari zona resesi ini pertumbuhannya tidak bisa disamakan dengan pertumbuhan pada saat situasi normal. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2021 tidak berpengaruh terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan penurunan angka kemiskinan. Mengutip data BPS, Sarman menyebutkan bahwa angka pengangguran hampir menembus angka 9,77 juta atau sekitar 7,07%. Bertambahnya angka pengangguran pada gilirannya juga memicu naiknya jumlah penduduk miskin yang mencapai 10,19%.
DPD HIPPI DKI Jakarta berharap Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi berkualitas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) berharap Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat 7,07% secara tahunan di kuartal kedua. Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, capaian ini bisa dikatakan di luar prediksi. Terlebih, angkanya menembus target pemerintah yang sebesar 7%. Meski begitu, Sarman menilai bahwa pertumbuhan ekonomi signifikan yang disebut-sebut membawa Indonesia keluar dari zona resesi ini pertumbuhannya tidak bisa disamakan dengan pertumbuhan pada saat situasi normal. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2021 tidak berpengaruh terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan penurunan angka kemiskinan. Mengutip data BPS, Sarman menyebutkan bahwa angka pengangguran hampir menembus angka 9,77 juta atau sekitar 7,07%. Bertambahnya angka pengangguran pada gilirannya juga memicu naiknya jumlah penduduk miskin yang mencapai 10,19%.