DPK Bank Jatim Tertekan, Bakal Genjot Dana Murah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat sumber dana murah di tengah tekanan terhadap dana pihak ketiga (DPK).

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, secara bank only hingga Juli 2026, Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp 98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp 66,4 triliun. Sementara itu, DPK terkontraksi 10,65% menjadi Rp 72,9 triliun.

Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 802 miliar, tumbuh 1,76% yoy.


“Dalam menghadapi kontraksi DPK, antara lain dipengaruhi oleh isu likuiditas, termasuk Transfer ke Daerah (TKD), dan turunannya. Bank Jatim terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat,” ujar Winardi dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Bank Jatim Perluas Bisnis lewat KUB, Gandeng Lima BPD di Sejumlah Daerah

Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran yang bersifat seasonal.

Serta pengembangan ekosistem dengan berbagai business partner. Bank Jatim juga memperluas akses layanan melalui pengembangan Agen Laku Pandai serta penambahan jaringan ATM dan CRM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News