DPK Bisnis Payroll BPD DIY Tumbuh 6% pada Maret 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) optimistis dapat meningkatkan penghimpunan dananya tahun ini. Salah satu upaya paling efektif adalah bisnis payroll.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto menyebut, dana pihak ketiga (DPK) dari bisnis payroll di Bank BPD DIY mengalami pertumbuhan sebesar 6% secara tahunan atau year-on-year (yoy) per Maret 2026.

"DPK dari payroll, khususnya Tabungan, cukup berkontribusi untuk menopang pertumbuhan DPK keseluruhan bank," ucap Agus saat dihubungi akhir pekan lalu.


Baca Juga: BCA Pastikan Kondisi Permodalan Masih Kuat Setelah Jalani Stress Test

Agus juga bilang, pada Maret 2026, komposisi produk tabungan sudah mencapai 60% dari total DPK BPD DIY, yaitu sebesar Rp 13,7 triliun.

Kinerja bisnis payroll BPD DIY diproyeksikan masih akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Agus optimistis produk tabungan banknya dapat tumbuh lebih dari 7% pada akhir tahun 2026.

Pertumbuhan itu didukung oleh nasabah payroll BPD DIY yang turut bertambah. Agus mencatat saat ini banknya melayani bisnis payroll untuk gaji 79.914 aparatur sipil negara (ASN) daerah, gaji 6.032 ASN vertikal, gaji 11.976 karyawan swasta, serta gaji 46.092 pensiunan.

Ada beberapa inovasi dan strategi yang diterapkan BPD DIY untuk memperkuat bisnis payroll tahun ini. Salah satunya adalah penguatan layanan digital.

Integrasi layanan digital didorong untuk memberi kemudahan kepada nasabah payroll, seperti untuk membuka rekening online, mengatur keuangan, hingga pengeluaran gaji. Agus juga menyebut banknya semakin memperkuat sistem keamanan untuk menjaga data nasabah.

Baca Juga: Tring! by Pegadaian Sudah Dipakai 6 Juta Pengguna Sejak Diluncurkan

"Dalam hal ini, bank selalu meyakinkan nasabah bahwa data mereka terlindungi secara regulasi," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News