KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akselerasi dana pihak ketiga (DPK) tertahan pada Oktober 2020, setelah lima bulan berturut tumbuh positif. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pada Oktober 2020 ada kontraksi 0,4% DPK bank dibandingkan bulan sebelumnya. Meski melambat, sejumlah bankir mengaku kondisi likuiditas masih sangat kokoh mengingat ekspansi juga dilakukan terbatas saat pandemi. Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Haru Koesmahargyo juga mengaku kondisi likuiditas perseroan kini masih sangat mencukupi untuk bekal ekspansi tahun depan. “Likuiditas kami masih sangat baik dengan LDR pada Oktober 2020 sebesar 83,3% dan cukup untuk cover rencana ekspansi kredit tahun depan,” ungkap Haru kepada KONTAN, Minggu (6/12).
Baca Juga: Sebaran makin luas, transaksi QRIS di perbankan semakin ramai Sampai Oktober 2020, bank terbesar di tanah air ini pun tercatat telah menghimpun DPK senilai Rp 1.049,161 triliun dengan pertumbuhan pertumbuhan yang terkontraksi 1,27% (mom) dibandingkan September 2020. Sementara baki debet kredit perseroan senilai Rp 874,043 triliun juga tercatat negatif 0,40% (mom) dibandingkan September 2020. Dengan neraca likuiditas demikian, perseroan juga masih optimistis tahun depan pertumbuhan kredit bisa mencapai 7-8%. “Sementara sampai akhir tahun kami targetkan kredit bisa tumbuh di kisaran 4%,” lanjut Haru. Bank pelat merah lainnya yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pun masih optimistis meskipun sebelas dua belas dengan BRI. DPK bank berlogo pita emas ini pada Oktober 2020 merosot 3,76% (mom) menjadi Rp 860,159 triliun. Sedangkan kreditnya juga negatif 0,79% (mom) menjadi Rp 745,220 triliun. “Kondisi likuiditas perseroan masih masih pada kondisi aman untuk mendukung rencana ekspansi tahun depan dengan LDR 85,6% pada Oktober 2020,” ujarnya pada KONTAN. Baca Juga: Ini alasan fintech lending syariah jauh tertinggal dibanding pemain konvensional