DPK Perbankan Syariah Masih Ngebut, CIMB Niaga Syariah Berupaya Jaga Momentum



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan nasional mulai melandai pada Agustus 2026. Namun, kondisi berbeda terlihat pada perbankan syariah yang justru mencatatkan pertumbuhan penghimpunan dana lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, DPK industri perbankan tumbuh 10,94% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Agustus 2026. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 11,21% yoy.

Sebaliknya, DPK perbankan syariah tumbuh 12,12% yoy pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 11,92% yoy pada bulan sebelumnya.


Menurut Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara, pertumbuhan DPK perbankan syariah mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang semakin kuat.

Ia melihat pertumbuhan tersebut turut didukung oleh konsistensi kebijakan regulator, perkembangan ekosistem halal, serta akselerasi layanan digital.

Baca Juga: Likuiditas Ketat, CIMB Niaga Syariah Tak Jor-joran Ekspansi Pembiayaan

“Dengan pangsa pasar yang masih di kisaran 7,4%, potensi pertumbuhan syariah ke depan masih sangat besar,” ujar Pandji kepada Kontan, Senin (26/10/2026). 

Di CIMB Niaga Syariah sendiri, Pandji mengungkapkan DPK mencapai Rp 52,5 triliun hingga September 2026, naik sekitar 17% dibandingkan posisi Maret 2026 dan melampaui target yang ditetapkan bank.

Selain pertumbuhan volume dana, Pandji menyebut kualitas struktur pendanaan juga membaik. Hal ini tercermin dari rasio dana murah atau current account saving account (CASA) yang meningkat menjadi sekitar 63%.

Pandji mengaku pihaknya memilih pendekatan selektif dalam menghimpun dana dengan mengutamakan kualitas dan efisiensi biaya pendanaan, ketimbang sekadar mengejar pertumbuhan volume. Strategi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi rencana pemisahan atau spin-off unit usaha syariah di kuartal IV tahun ini. 

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah Sebut Tiga Tantangan Perbankan Syariah

Lebih lanjut Pandji bilang pertumbuhan DPK CIMB Niaga Syariah ditopang oleh perluasan jaringan komunitas dan kemitraan strategis syariah, inovasi produk dan layanan digital, serta kepercayaan nasabah.

Meski demikian, Pandji mencermati potensi peningkatan persaingan dalam memperebutkan dana masyarakat menjelang akhir tahun. Persaingan tersebut dipengaruhi kebutuhan likuiditas industri, dinamika suku bunga, serta semakin beragamnya pilihan instrumen investasi bagi masyarakat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, CIMB Niaga Syariah bakal memperkuat penghimpunan dana murah dan mendiversifikasi sumber pendanaan secara disiplin tanpa terjebak dalam perang harga.

Bank juga bakal memperdalam hubungan dengan nasabah ritel maupun korporasi, mengembangkan solusi pendanaan berbasis ekosistem, serta mengoptimalkan sinergi dengan jaringan CIMB Niaga.

“Kami tetap optimistis, karena basis nasabah kami semakin luas dan loyal, serta tidak semata-mata digerakkan oleh faktor imbal hasil,” kata Pandji.

Baca Juga: Pembiayaan Take Over KPR CIMB Niaga Syariah Tumbuh 62%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News