DPK Perbankan Tumbuh Kencang Kuartal I-2026, Giro Pimpin Tren Positif



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pendanaan perbankan menunjukkan tren positif selama tiga bulan pertama tahun ini. Berdasarkan jenisnya, giro terpantau masih jadi mesin utama pertumbuhan. 

Berdasarkan laporan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), total dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 10,7% secara tahunan menjadi Rp 9.658,5 triliun. Pertumbuhan kali ini lebih kencang ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 9,2% secara year on year (yoy). 

Berdasarkan jenisnya, giro masih konsisten mencatatkan kinerja paling apik. Pada Maret 2026, giro industri tumbuh tinggi hingga 21,2% yoy menjadi Rp 3.130,8 triliun,  pertumbuhan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 17,6% yoy.


Baca Juga: Jumlah nasabah Superbank capai 6,5 juta hingga Awal 2026

Berdasarkan sumbernya, tren pertumbuhan giro ini ditopang oleh korporasi yang tumbuh 23,5% yoy, mengganjal koreksi giro perorangan yang turun 2,5% yoy dalam periode ini. 

Di posisi kedua ada tabungan dengan catatan pertumbuhan 8,4% yoy menjadi Rp 3.166,1 triliun. Capaian dalam periode ini juga lebih tinggi daripada pertumbuhan 7,7% yoy pada bulan sebelumnya, ditopang tabungan korporasi yang melesat 23,3% yoy dan perorangan 6,5% yoy.

Adapun simpanan berjangka alias deposito tumbuh 4,4% yoy menjadi Rp 3.361,7 triliun, melanjutkan pertumbuhan 3,7% yoy pada Februari 2026. Deposito korporasi tumbuh 11,7% yoy, sementara deposito perorangan turun 4,5% yoy. 

Secara komposisi, giro memang masih jadi bagian terkecil dengan proporsi 32,4% dari total DPK perbankan, sementara tabungan dan deposito masing-masing setara 32,78% dan 34,82%. 

Kendati begitu, dibanding tahun sebelumnya, komposisi giro bertambah. Yang mana, per Maret 2025, komposisi DPK perbankan mencakup giro sebesar 29,6%, tabungan sebesar 33,6% dan deposito sebesar 36,88%.

Berdasarkan jenis valutanya, DPK rupiah masih mendominasi dengan pertumbuhan 11,1% yoy menjadi Rp 8.207,9 triliun. Sementara itu, DPK valas tumbuh 8,6% yoy menjadi Rp 1.450,6 triliun. 

DPK rupiah yang tumbuh masif masih giro, dengan kenaikan 28,3% yoy menjadi Rp 2.338,6 triliun. Sementara tabungan dan deposito rupiah tumbuh masing-masing 7,2% yoy menjadi RP 2.923,1 triliun dan 3,7% yoy menjadi Rp 2.946,2 triliun. 

Baca Juga: Danamart Salurkan Pendanaan ESG Rp 25 Miliar Sepanjang Tahun 2026

Sementara DPK valas yang tumbuh masif adalah tabungan, yakni 24,4% yoy menjadi Rp 242,9 triliun. Sementara giro dan deposito valas masing-masing tumbuh 4% yoy menjadi Rp 792,2 triliun dan 9,6% yoy menjadi Rp 415,5 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News