KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate naik lagi menjadi 5,50%. Mengenai hal itu, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menilai kenaikan BI rate pada dasarnya akan memberikan dampak terhadap investasi, tetapi dampaknya akan berbeda terhadap masing-masing instrumen investasi. President Director DPLK Avrist Firmansyah mengatakan dalam jangka pendek, kenaikan BI Rate dapat memberikan tekanan terhadap valuasi instrumen obligasi yang sudah ada. "Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang untuk memperoleh yield yang lebih menarik pada instrumen investasi baru," katanya kepada Kontan, Jumat (12/6).
DPLK Avrist Sebut Kenaikan BI Rate Bisa Berdampak terhadap Instrumen Investasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate naik lagi menjadi 5,50%. Mengenai hal itu, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menilai kenaikan BI rate pada dasarnya akan memberikan dampak terhadap investasi, tetapi dampaknya akan berbeda terhadap masing-masing instrumen investasi. President Director DPLK Avrist Firmansyah mengatakan dalam jangka pendek, kenaikan BI Rate dapat memberikan tekanan terhadap valuasi instrumen obligasi yang sudah ada. "Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang untuk memperoleh yield yang lebih menarik pada instrumen investasi baru," katanya kepada Kontan, Jumat (12/6).